19 Jenderal Panglima Paling Terkenal Sepanjang Masa di Indonesia

19 Jenderal Panglima Paling Terkenal Sepanjang Masa di Indonesia

Daftar Panglima TNI dari masa ke masa-Ilustrasi foto freepik-

RADARLAMPUNG.CO.ID - Panglima, merupakan jabatan tertinggi di Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Jabatan Panglima sendiri sudah ada sejak tahun 1945 saat Ir. Soekarno menjadi presiden pertama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jabatan panglima pertama dijabat oleh Jenderal Soedirman, panglima perang saat zaman penjajahan melawan belanda.

Jenderal Soedirman menjadi penglima pertama di era perang kemerdekaan pada tahun 1945 hingga tahun 1949.

BACA JUGA:Jadi Gubernur Terkaya di Indonesia Nomor Dua, Setahun Kekayaan Herman Deru Meningkat Sampai Segini

Dikutip dari berbagai sumber, sejarah singkat jabatan panglima berawal pada tanggal 5 Oktober 1945. Dimana, Indonesia membentuk sebuah pasukan tentara yang saat itu bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Mulanya, Presiden Ir. Soekarno saat itu memilih Soeprijadi sebagai pimpinan tertinggi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Namun, Soeprijadi saat itu jarang menampakkan dirinya sebagia pimpinan tertinggi dan juga tak pernah dilantik, sehingga Presiden Ir. Soekarno memilih orang lain untuk menjadi pemimpin tertinggi TKR.

Terpilihnya Soedirman yang saat itu berpangkat kolonel. Saat dilantik pada tanggal 18 November 1945, pangkat Soedirman menjadi Jenderal.

BACA JUGA: 6 Rekomendasi Kucing Berbulu Panjang yang Sangat Indah dan juga Menawan, Cocok untuk Dipelihara

Jadilah Panglima besar jenderal Soedirman menjadi pimpinan tertinggi di Tentara Keamanan Rakyat (TKR) saat itu.

Seiring berjalanya waktu, nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (KRI) yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 26 Januari 1946 dengan pimpinan tertingginya tetap Jenderal Soedirman.

Pada tanggal 3 Juni 1947, barulah Presiden Soekarno meresmikan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Setahun kemudian, pada tahun 1948, Pemerintah Indonesia menlakukan penataan ulang organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: