Bendungan Pertama di Lampung Dibangun Zaman Belanda

Bendungan Pertama di Lampung Dibangun Zaman Belanda

Bendungan way Padang ratu. Foto Pemkab Pringaewu--

BACA JUGA:Prediksi Skor PSS Sleman vs Persija Jakarta di Liga 1: Highlights, Line Up, Link Live Streaming, Head to Head

Bendungan Way Semah menangkap aliran Way Semah. Bendung ini termasuk dalam wilayah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung. Way Semah pada bagian hilirnya bermuara di Way Sekampung.

Kemudian Bendungan Way Tebu I-IV (1925-1938) yang kini berada di dua kabupaten, Tanggamus dan Pringsewu.

Pembangunan beberapa bendungan ini dilakukan secara bertahap sejak fase perencanaan 1924 dan pembangunan tahap awal 1925/1926 hingga tahun 1938.

Lalu Bendungan Way Padangratu (1930-1933) di Desa Cipadang, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran.

BACA JUGA:Dimulai Hari Ini, SEA VLeague Women Akan Mempertemukan Indonesia dan Thailand

Bendungan ini berbatasan langsung dengan perkebunan PTPN VII Unit Waylima (dulu masih PTPN X Unit Waylima). Sesuai namanya, bendung ini menghadang aliran Way Padangratu.

Bendung Way Padangratu saat ini pemeliharaannya berada di bawah kewenangan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung.

Kondisi fisik Bendung Way Padangratu sekarang ini masih otentik, mulai dari struktur bendung, pintu penguras, pintu intake.

BACA JUGA:Tips Cara Memilih Laptop dan Tablet 2in1 Terbaik

Kemudian, tunel penghubung intake dengan saluran primer, pintu-pintu air dengan jenis skot balok, hingga bangunan pelindung pintu air yang tiang kayu dan papannya masih asli. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: