Cerita Napi Teroris Mantan Jaringan JAD: Diajak Jihad ke Suriah, Belum Berangkat Sudah Tertangkap

Cerita Napi Teroris Mantan Jaringan JAD: Diajak Jihad ke Suriah, Belum Berangkat Sudah Tertangkap

Muhammad Zulfikar memberi hormat bendera merah putih saat ikrar setia NKRI. Foto Anca--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Muhammad Zulfikar, salah satu narapidana terorisme mantan anggota Jamaat Ansharut Daulah (JAD) menceritakan bagaimana kisah dirinya bisa terjerumus jaringan teroris. 

Muhammad Zulfikar tertangkap oleh Densus 88 dan Polda Sulawesi Selatan pada 2021 lalu.

Ia divonis 3 tahun dan 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur. 

Muhammad Zulfikar mengatakan, dirinya awalnya anggota salah satu ormas yang kini sudah resmi dibubarkan pemerintah.

BACA JUGA:Inspektorat Periksa Empat ASN Terkait Penganiayaan di BKD Lampung

Di dalam ormas itu, kata dia, dirinya perlahan mulai disusupi pemahaman ISIS dan JAD. 

"Ya pasti kita ditanamkan pemahaman untuk membenci pemerintah," kata Muhammad Zulfikar usai mengikuti ikrar setia kepada NKRI

Pria yang berprofesi sebagai teknisi ini pun kala itu lantas menjadi anggota JAD.

Saat resmi menjadi anggota JAD, Muhamad Zulfikar mengatakan dirinya diajak untuk hijrah ke negeri Syam atau Suriah saat ini. 

BACA JUGA:ITERA Targetkan Masuk 10 Besar UI GreenMetric Pada Tahun Depan

"Tidak (amaliah Indonesia). Niat kami kan sebenarnya ingin hijrah ke Syam. Kami nggak pernah melakukan Amaliah di Indonesia," kata Muhammad Zulfikar. 

Hijrah atau pindah ke Suriah, kata Muhammad Zulfikar, merupakan misi khusus dan perintah.

"Sebelum tertangkap waktu itu kita diperintah hijrah ke negeri Syam karena kan umat Islam di sana sedang dibantai," paparnya. 

Namun belum sempat berangkat ke Suriah, dirinya dan 21 anggota JAD disergap oleh Densus 88 Polri dan Polda Sulawesi Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: