Hasil Audit Koperasi Handayani 'Abu-abu', Dewan Rekomendasikan Libatkan BPKP

Hasil Audit Koperasi Handayani 'Abu-abu', Dewan Rekomendasikan Libatkan BPKP

Ketua Koperasi Handayani saat ini (kacamata) M Safiudin, dan Ketua Koperasi sebelumnya sekaligus Kadisdikbud Bandar Lampung Eka Afriana saat menghadiri hearing bersama Komisi II dan Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Senin, 4 September 2023.--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung kembali menggelar hearing atau rapat dengar pendapat bersama Koperasi Handayani.

Namun, lagi-lagi hearing yang berlangsung Senin, 4 September 2023, itu masih dengan hasil yang sama, tanpa data.

Hearing tersebut menghadirkan Ketua Koperasi Handayani saat ini M. Safiudin, Bendahara Koperasi Yusuf,  kemudian Ketua Koperasi Handayani periode sebelumnya yang juga pembina Eka Afriana dan pengurus lainnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung Abdul Salim memimpin rapat tersebut didampingi anggotanya juga Wakil Ketua Komisi IV Febriani Piska yang turut hadir dalam RDP tersebut.

BACA JUGA:Ini Nama 8 Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Koperasi Betik Gawi

Sayangnya, Abdul Salim enggan berkomentar banyak saat ditanya wartawan ini apa hasil dari hearing tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Febriani Piska menyebut bahwa hasil rapat tidak berbeda dari rapat sebelumnya, yakni tanpa data yang jelas.

Piska menyebut, dirinya kembali kecewa dengan penyataan Ketua Koperasi Handayani terdahulu Eka Afriana yang saat ini menjabat sebagai Kadisdikbud Kota Bandar Lampung.

Di dalam hearing, kata Piska, Eka mengaku tidak mengetahui kemana uang yang ada di Koperasi Handayani, bahkan di dalam rapat Eka bingung, cenderung menyalahkan pengurus saat ini.

BACA JUGA:Maknai Hari Pelanggan Nasional 2O23, BRI Terus Berikan Kualitas Layanan Terbaik

"Kalau tadi kepala koperasinya yang lama itu juga bingung ya bu Eka, kemana uangnya gitu. Tadi percuma juga, bendahara bilang yang sama, jadi mau berapa kalipun rapat masih tetap begitu, seperti hearing-hearing sebelumnya. Tidak beda jauh, ketua Koperasinya tidak tahu karena tidak terlalu aktif," katanya.

Bahkan kata Piska, Bendahara Koperasi Handayani Yusuf juga tidak mempunyai data piutang senilai Rp 11 miliar, padahal dalam rapat sebelumnya dewan meminta data tersebut dihadirkan.

"Bendaharanya ditanya sama Pak Handri Kurniawan, mana data-data yang meminjam piutang-piutang itu siapa saja yang pakai? Dan bendaharapun tidak bisa menunjukan," ucapnya.

Dirinya juga turut menyangkan tim audit yang datang mewakili pengaudit juga tidak membawa data, namun menyatakan koperasi tersebut dalam keadaan sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: