Listrik Padam Warnai MTQ Ke-50 Provinsi Lampung

Listrik Padam Warnai MTQ Ke-50 Provinsi Lampung

Foto Melida Rohlita--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 Provinsi Lampung sempat diwarnai oleh peristiwa listrik padam.

Pantauan Radar Lampung, peristiwa listrik padam tersebut terjadi di Mimbar empat, Majid Al-Hanif, Pemkot Bandar Lampung, Kamis, 13 Oktober 2023.

Terpantau, listrik mulai padam sekitar pukul 11.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Ketika itu, pelaksanaan lomba sesi pertama telah selesai, di mana para peserta dan hakim bersiap untuk beristirahat.

Panitia setempat seketika meminta teknisi setempat untuk menghidupkam genset yang sudah disediakan Pemkot Bandar Lampung.

BACA JUGA:Harta Kekayaan Kombes Irwan Anwar yang Tidak Ada Tanah dan Bangunan, Hanya Rp152 Juta

Perlombaan pun kembali bejalan dengan semestinya.

"Kebetulan mati lampunya pas kita istirahat. Dan pas kita mau mulai, alhamdulillah hidup lagi. Nggak apa-apa pakai genset, yang penting bisa berjalan lancar," ungkap Sekretaris Mimbar Empat Mirza Pahlevi.

Di mimbar empat sendiri cabang yang diperlombakan adalah Tafsir Al-quran, baik itu Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris yang diikuti 83 peserta dengan 13 dewan hakim penilai.

"Di mimbar empat ada empat golongan yakni 20 Juz Putra, 30 Juz Putra Putri, Bahasa Arab Putra Putri, Tafsir Bahasa Indonesia Putra Putri, dan Tafsir Bahasa Inggris Putra Putri," ungkapnya.

BACA JUGA:Ketua Umum FKIISBS Lantik Kepengurusan FKIISBS Perwakilan Lampung periode 2023-2026

Mirza menuturkan, para dewan hakim tidak hanya menilai dari ilmu tajwid saja. Melainkan juga dari hafalan yang dibawakan serta pemahaman peserta terkait ayat yang dibacakan. 

"Penilaian bukan hanya dilihat dari ilmu tajwid, misalnya kalau yang tafsir Bahasa Inggris harus hafal minimal 15 juz, bahasa Indonesia 30 Juz," jelasnya.

"Jadi selain nilai tafsir, juga dinilai dari hafalannya. Kemudian penilaian terhadap pemahaman mereka terhadap ayat-ayat itu menjelaskan dengan bahasa Arab. Bahasa Inggris juga begitu," terangnya.

Bicara soal ayat, berbeda dengan mimbar dua di Aula MAN 2 Bandar Lampung kemarin. Di mana, pesertalah yang menentukan surat yang dibacakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: