Tim PKM Dosen Polinela Terapkan Teknologi Bioflok pada Pembesaran Lele

Tim PKM Dosen Polinela Terapkan Teknologi Bioflok pada Pembesaran Lele

Pembesaran ikan sistem bioflok. Foto.Tim Dosen PKM Polinela--

Di Pokdakan Mina Karya Way Dadi Sukarame Bandar Lampung 

RADARLAMPUNG.CO.ID - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Tim PKM) Dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) telah melakukan melakukan kegiatan penyuluhan penerapan teknologi bioflok  pada pembesaran lele di dilaksanakan di pada bulan Juli - September 2023.

Adapun Ketua dan Anggota Tim Dosen PKM Polinela, antara lain, Nur Indariyanti, S.Pi., M.Si (Ketua Tim PKM), Dian Febriani, S.Pi,M.Si (Anggota) , Aldi Huda Verdian (Anggota) dan Aluh Linuwih P, S.Pi,M.Si (Anggota) dan dibantu mahasiswa Polinela.

Ketua Tim PKM Polinela, Nur Indariyanti, menjelaskan Pokdakan Mina Karya di Way Dadi Sukarame Bandar Lampung mengenai penerapan teknologi bioflok  pada pembesaran lele.

"Pokdakan Mina Karya di Way Dadi Sukarame Bandar Lampung merupakan salah satu kelompok pembudidaya ikan lele yang ada di Bandar Lampung," jelas Nur.

BACA JUGA:5 Cafe Hits Dengan View Keren Pegunungan di Jawa Timur

Berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan, tambah Nur, adalah permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah  produksi lele belum optimal karena masih menggunakan padat tebar rendah, efisiensi pakan rendah.

Sehingga, Feed Convertion Ratio (FCR) pakan tinggi, limbah buangan yang belum diolah dan penyakit yang mengakibatkan banyak kematian pada ikan lele. 

Untuk itu solusi permasalahan  tersebut jelas Nur, yakni dengan penerapan teknologi bioflok yang diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan lele. 

Lebih rinci Nur, menginformasikan, bahwa Bioflok merupakan teknik budidaya ikan yang berfokus pada pemanfaatan mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan efisiensi pakan dan  kecenaan pakan. 

BACA JUGA:Bacaan Latin dan Makna Doa Agar Tidak Mudah Lupa serta Selalu Mengingat Allah

Keunggulan sistem bioflok adalah tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai 90 persen,  menghemat biaya pakan.

Karena,  sisa pakan dan feses dapat diubah lagi menjadi pakan, padat tebar tinggi yaitu mencapai 1000 ekor/m3, pertumbuhan ikan lebih cepat, kualitas air lebih baik karena tidak bau.

Sehingga tidak berdampak mencemari lingkungan Teknologi bioflok merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan limbah budidaya secara intensif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: