Duh, Tahun Ini Simpanan Pelajar Dari Program Kejar di Triwulan III Jeblok Drastis Dibanding Triwulan I

Duh, Tahun Ini Simpanan Pelajar Dari Program Kejar di Triwulan III Jeblok Drastis Dibanding Triwulan I

Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID - Ada 9.521 sekolah di Provinsi Lampung yang telah mengikuti program satu rekening satu pelajar (Kejar) pada gerakan Lampung menabung hingga triwulan III tahun 2023. 

Hal tersebut berdasarkan data yang dipaparkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung dalam rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lampung semester II beberapa waktu lalu.

Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto mengatakan, jumlah sekolah yang mengikuti program Kejar terus mengalami peningkatan.

Di mana, pada triwulan I tahun 2023 ada 8.422 sekolah yang mengikuti program Kejar.

BACA JUGA:Makmurkan Masjid, Rumah Tahsin Al-Jannah dan We Care Gelar Sunatan Massal Gratis

Kemudian pada triwulan II tahun 2023 menjadi 9.133 sekolah di Lampung yang mengikuti program Kejar.

Untuk jumlah rekening pada triwulan I tahun 2023 sebanyak 77.190 rekening, triwulan II sebanyak 84 013 rekening, dan triwulan III tahun 2023 sebanyak 91.333 rekening.

"Nominal simpanan pelajar, triwulan I 2023 sebanyak Rp 15.756.062.995; triwulan II sebanyak Rp 12.057.339.370; dan triwulan III sebanyak Rp 13.638.377.006," ujar Bambang Hermanto.

Kata Bambang Hermanto, pihaknya menargetkan program Kejar ini kedepan akan terus meningkat baik jumlah sekolah yang ikut, maupun siswa yang memiliki tabungan.

BACA JUGA:5 Bahan Alami Hilangkan Bekas Luka di Kulit Secara Cepat

"Nanti kita review dulu sejauh mana peningkatannya. Karena kita ingin melihat parameter adalah dari jumlah sekolah yang ikut serta di dalam program ini dan juga jumlah siswa yang melakukan pembukaan rekening tabungan simpanan pelajar," ungkapnya.

Menurut Bambang Hermanto sampai saat ini data yang ikut program Kejar belum terkumpul menjadi satu karena dikelola oleh masing-masing TPAKD kabupaten/kota.

"Tapi di 2024 kita ikut dan coba kerjasama dengan Disdik dan Kemenag untuk mengetahui sudah berapa banyak sekolah yang sudah dan belum ikut program ini," tuturnya.

"Nah ini kenapa kita perlu melakukan dengan dua parameter ini karena kita punya program besar, yaitu satu rekening satu pelajar. Jadi seharusnya setiap pelajar mendapatkan satu rekening," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: