Disdukcapil Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula dengan Perekaman KTP El ke Sekolah

Disdukcapil Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula dengan Perekaman KTP El ke Sekolah

Aktifkan identitas KTP fisik jadi digital 2024. Sumber Foto. Pngtree--

METRO, RADARLAMPUNG.CO.ID - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota METRO terus aktif melakukan perekaman KTP elektronik bagi pemilih pemula.

Hal tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih untuk Pemilu Februari mendatang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Metro, Ika Pusparini Jayasinga menuturkan, pihaknya aktif jemput bola ke sekolah menengah atas di mana terdapat calon pemilih yang mulai memasuki usia 17 tahun.

BACA JUGA:Polda Lampung Terbitkan Surat DPO Amri Gunawan, Terduga Pemalsuan dan Penggelapan 78 Dokumen Mobil Miliaran

"Khususnya untuk pemilih pemula ya. Jadi di saat sudah usia 16 tahun ke atas, kami sudah mulai berkeliling untuk jemput bola. Jadi kita langsung mendatangi sekolah, dan melakukan perekaman di sekolah," kata dia.

Ia mengatakan, di saat sudah berumur 17 tahun, pemilih pemula akan dapat mencetak KTP elektroniknya. Pembuatan KTP elektronik dapat dilakukan dalam sehari, ketika tidak ada kendala.

"Kalau perekaman KTP Elektronik itu kan memang dalan sehari langsung jadi. Tapi biasanya kalau sudah jam 09.00 ke atas itu loading seluruh Indonesia. Nah, setelah siap cetak, ya kita cetak," ujarnya.

BACA JUGA:13 Puskesmas di Tanggamus Lampung Raih Akreditasi Paripurna dan Utama

Bahkan, Disdukcapil Kota Metro selalu membuat jadwal untuk perekaman di sekolah-sekolah.

Seperti di tanggal 12 Januari mendatang, Disdukcapil akan melakukan perekaman di SMK Ma'arif Kota Metro, di tanggal 15 Januari 2024 di SMK KP Gajah Mada 1, dan seterusnya.

Dikatakannya, untuk Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Metro, pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan jumlah pemilik IKD.

BACA JUGA:Berbesar Hati Menerima Olok-olok, Prabowo: Saya Kembalikan ke Yang Maha Kuasa

"Kalau untuk capaian IKD kita tertinggi se-Provinsi Lampung ya. Sudah sampai sekitar 17 ribuan," tukasnya.

Ia menambahkan, memang adanya kendala untuk meningkatkan jumlah pemilik IKD, diantaranya masyarakat yang tidak memiliki handphone android dan juga kuota internet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: