Walhi: Banjir Berulang Bukti Tidak Menjadi Perhatian Serius Pemkot Bandar Lampung

Walhi: Banjir Berulang Bukti Tidak Menjadi Perhatian Serius Pemkot Bandar Lampung

Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung respon bencana alam banjir yang terjadi di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya, pada Sabtu 24 Februari 2024 malam.

Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Walhi Lampung, ada sekitar 11 titik lokasi banjir yang terjadi di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya, pasca hujan, Sabtu 24 Februari 2024 kemarin.

Titik-titiknya seperti Rajabasa Nunyai, belakang Polinela, Perumahan Ragom Gawi, Hajimena, Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Gang Cuek Way Halim dekat SD 01 Jagabaya, Kalibalau Kencana, sekitaran Universitas Teknokrat Indonesia, serta di Jalan Yos Sudarso Way Lunik.

Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan, dari 11 titik lokasi banjir yang diinpentarisasi, semua berada di dekat aliran sungai.

BACA JUGA:Jangan Dikonsumsi Secara Berlebihan, Ini 4 Minuman yang Bisa Menyebabkan Osteoporosis

Lokasi-lokasi tersebut, kata Irfan Tri Musri, bukanlah kali pertama terjadi banjir, namun sudah menjadi langganan. Seperti di Kelurahan Rajabasa Nunyai, Polinela, Kalibalau Kencang, dan lainnya.

Banjir yang merendam Bandar Lampung dan sekitarnya pada Sabtu malam ini, menurut Irfan Tri Musri dapat dikatakan yang terbesar selama 10 tahun terakhir.

"Banjir kali ini selama 10 tahun terakhir bisa kita simpulkan jadi banjir terbesar. Di mana sebelumnya kejadian banjir besar di 2017 dan 2013," ujar Irfan Tri Musri kepada awak media di Walhi Lampung, Minggu 25 Februari 2024.

"Banjir kali ini baik secara jumlah titik maupun secara dampak intensitas banjir, ini kejadian banjir paling besar selama 10 tahun terakhir di Bandar Lampung dan wilayah sekitarnya," sambungnya.

BACA JUGA:Kembali Terjun, Wali Kota Bandar Lampung Beri Bantuan Beras dan Makanan Kepada Warga Terdampak Banjir

Lanjut Irfan Tri Musri, banjir yang telah berulang ini, tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.

Kejadian banjir di Bandar Lampung ini membuat Pemkot Bandar Lampung dinilai mengalami dua kegagalan.

Kegagalan pertama, disampaikan Irfan Tri Musri, yaitu pemkot telah gagal melakukan upaya peminimalisiran banjir di Bandar Lampung, bahkan kejadian banjir kali ini bisa disebut lebih parah dari kejadian-kejadian sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: