Hama Wereng Batang Coklat Masih Menjadi Acaman Petani Padi di Metro Lampung

Hama Wereng Batang Coklat Masih Menjadi Acaman Petani Padi di Metro Lampung

Lahan sawah di Kelurahan Metro Metro Pusat mulai dipanen oleh petani setempat pada Musim Tanam I 2024. Foto Dok Warga--

METRO, RADARLAMPUNG.CO.ID - Hama Wereng batang coklat menjadi salah satu ancaman utama petani di Kecamatan METRO Timur.

Pasalnya, hama wereng batang coklat ini kerap menyerang tanaman padi di persawahan di Metro Timur.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Metro Timur, Metro, Nina Aminah mengungkapkan, kendala tanaman padi yang sering ditemukan adalah adanya hama wereng batang coklat.

 "Musim tanam ini air cukup ya. Kendalanya ada di hama yang menyerang terutama wereng batang coklat (WBC)," ujarnya.

Ia menilai, meski hama wereng batang coklat tersebut menjadi ancaman utama tanaman padi, namun pihaknya masih mampu untuk mengatasi hama tersebut.

BACA JUGA:Hoax, Video Viral Nenek Kelaparan di Tanggamus, Disebut Hanya Makan Rebusan Daun Singkong, Ternyata..

"Syukurnya, itu bisa cepet ditanggulangi, cepat pengendalian, dan sampai akhirnya bisa panen lagi," imbuhnya.

Dikatakannya, meski hama wereng batang coklat sering menyerang tanaman padi di lahan sawah wilayah tersebut, hasil panen dari persawahan Kecamatan Metro Timur masih cukup banyak.

"Untuk hasil panennya kurang lebih hampir sama seperti musim rendeng di tahun-tahun sebelumnya. Tapi yang beda itu ya harganya, sekarang tinggi. Sekarang ini Rp 7500, kalau rendeng itu Rp 6800," ujarnya.

Ia memperkirakan, hasil panen padi di Musim Tanam I (MT I) kali ini dapat mencapai 6,8 ton per hektare.

BACA JUGA:Pergantian Warek II Unila Atas Pertimbangan Penyegaran Pimpinan

"Iya, diprediksi produksinya itu bisa mencapai 6,8 ton per hektare. Kalau jenis varietas padinya kita menggunakan itu Inpari 32, Melati, Brantas, dan Sumo," ungkapnya.

Dia mengatakan, varietas brantas dan varietas sumo adalah varietas yang bobotnya lebih tinggi.

"Iya memang kalau untuk jenis varietas padi yang mendominasi dan bobotnya lebih tinggi itu dari varietas Sumo di Kelurahan Yosorejo, serta varietas brantas di Kelurahan Yosodadi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: