Perbaikan 52 Ruas Jalan di Lampung Mulai Berjalan, Progres Masih di Bawah 10 Persen
Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah saat menjelaskan ruas jalan yang diperbaiki.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mempercepat perbaikan jalan di berbagai daerah.
Hingga saat ini, sebanyak 52 ruas jalan provinsi telah memasuki tahap pengerjaan setelah melalui proses groundbreaking dan lelang proyek.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M Taufiqullah mengatakan, dari total 62 paket pekerjaan jalan yang disiapkan tahun ini, sebagian besar sudah mulai berjalan.
“Untuk yang sudah groundbreaking sudah banyak. Dari total 62 paket pengerjaan, ada 6 ruas non-link yang belum dilelang. Artinya, sudah ada 56 ruas yang masuk proses lelang dan mulai dikerjakan,” ujar Taufiqullah.
BACA JUGA:Soto Mbah Karmini Go Digital, QRIS BRI Bikin Transaksi Lebih Aman dan Praktis
Namun demikian, ia mengungkapkan terdapat empat paket pekerjaan yang sempat gagal lelang dan kini tengah memasuki proses lelang ulang.
“Jadi, dari 56 dikurangi 4, ada sekitar 52 ruas jalan yang saat ini pengerjaannya sudah mulai berjalan,” katanya.
Menurutnya, progres rata-rata perbaikan jalan saat ini masih berada di bawah 10 persen karena sebagian besar proyek masih berada pada tahap awal pekerjaan konstruksi.
“Rata-rata masih di bawah 10 persen karena masih tahap awal, seperti penyiapan pondasi bawah atau sub-base,” jelasnya.
BACA JUGA:Dulu Kuli Bangunan, Kini Andi Sukses Besarkan Sayur Qita Berkat KUR BRI
Meski begitu, beberapa proyek disebut telah memasuki tahapan lebih lanjut. Salah satunya perbaikan jalan di kawasan Kota Baru yang mulai dipersiapkan untuk pengecoran beton rigid concrete.
“Untuk yang di daerah Kota Baru, kita malah sudah menyiapkan untuk pengecoran beton,” ungkapnya.
Taufiqullah menjelaskan, progres pekerjaan konstruksi memang umumnya bergerak lambat pada tahap awal. Hal itu karena pekerjaan masih fokus pada persiapan dasar sebelum memasuki tahapan utama.
“Dalam siklus pekerjaan konstruksi, kurvanya berbentuk huruf S. Biasanya pada tahap awal persentasenya masih landai, lalu akan melonjak drastis di pertengahan proyek karena di situlah volume pekerjaan terbesar dilakukan, seperti penghamparan aspal atau pengerjaan beton,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

