Gelar Sharing Session, Unila Buka Peluang Emas Studi dan Riset Gratis ke Jerman
Gelar Sharing Session, Universitas Lampung (Unila) Buka Peluang Emas Studi dan Riset Gratis ke Jerman.-Foto Unila-
BACA JUGA:Perkuat Sinergi, FH Unila Resmikan Pusat Studi Kepolisian Pertama di Lampung
“For us, higher education is not a business, but an obligation by the state (Bagi kami, pendidikan tinggi bukanlah sebuah bisnis, melainkan kewajiban negara),” tegas Dr. Guido.
Selain skema beasiswa untuk individu, ia juga menjelaskan bahwa DAAD aktif mendorong kolaborasi level institusional.
Melalui pendanaan proyek tertentu, mobilitas akademik baik untuk mahasiswa maupun dosen antarnegara dapat diwujudkan secara masif.
Terkait persiapan administrasi, Dr. Guido mengingatkan para civitas akademika Unila agar mempersiapkan diri sejak dini mengingat proses seleksi yang kompetitif.
“For most of the programs, application deadline is in October, so there is time to gather information and get into contact with our scholarship officers (Untuk sebagian besar program, tenggat waktu aplikasi adalah bulan Oktober, jadi masih ada waktu untuk mengumpulkan informasi dan menghubungi petugas beasiswa kami),” imbuhnya.
BACA JUGA:Unila Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Perkuat Bidang Bahasa dan Hukum
Pertemuan melalui sharing session ini sekaligus mempertegas rekam jejak kerja sama antara Unila dan akademisi Jerman yang selama ini sudah terjalin dengan sangat baik.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, melainkan menjadi pemantik nyata lahirnya proyek riset kolaboratif yang lebih ambisius di masa depan di seluruh unit kerja Unila.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


