Surat Edaran Disdikbud Bandar Lampung Soal PTM dan Online Bisa Pengaruhi Semangat Belajar

Surat Edaran Disdikbud Bandar Lampung Soal PTM dan Online Bisa Pengaruhi Semangat Belajar

Hari pertama sekolah di SDN 1 Sepang Jaya, Bandar Lampung. FOTO ALAM ISLAM/RADARLAMPUNG.CO.ID--

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.CO.IDSurat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung tentang pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) dan online memberikan pengaruh kepada siswa.  

Hari pertama penerapan surat edaran Disdikbud Bandar Lampung tersebut, siswa belum memulai pelajaran online setelah pulang dari sekolah. 

Surat edaran Disdikbud Bandar Lampung tentang pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) dan online dikeluarkan mempertimbangkan penyebaran kasus Covid-19 saat ini. 

Terkait PTM dan online secara bersamaan tersebut, Damares (13), siswa kelas 7 SMPN 22 mengaku belum diberitahu oleh guru untuk mengikuti pembelajaran sesuai dengan surat edaran Disdikbud Bandar Lampung.

BACA JUGA: Disdikbud Bandar Lampung Keluarkan Surat Edaran PTM dan Online Baru, Ini Ketentuannya

"Hari ini belum ada disuruh gitu sama guru. Pulangpun kita tadi masih jam 13.00 WIB. Jadi masih normal seperti kemarin,” kata Damares, Senin 1 Agustus 2022. 

”Mudah-mudahan nggak ada. Capek pasti. Pulang sekolah, disuruh sekolah lagi. Sekalian aja capeknya di sekolah. Biar pulang bisa istirahat," imbuh Damares. 

Sementara, pengamat pendidikan Universitas Lampung M. Thoha B. Sampurna Jaya melihat surat edaran Disdikbud Bandar Lampung itu tidak benar. 

Yakni memutuskan dua waktu pembelajaran sekaligus yang membuat lelah siswa.

BACA JUGA: Soal Surat Edaran Disdikbud Bandar Lampung Terkait PTM dan Online, Ini Kata Orang Tua Murid

"Sebenarnya niatnya baik. Tapi caranya tidak benar. Kalau mau online, ya online saja. Tatap muka, ya sudah tatap muka saja. Boleh selang seling. Jangan digabung satu hari sekaligus. Membuat kelelahan siswa," kata Thoha B. Sampurna Jaya.

Menurut Thoha, waktu pembelajaran tersebut bisa menyebabkan semangat para siswa yang semula sangat bereuforia menyambut sekolah semakin turun. Sebab mereka sudah terbebani jam belajar tersebut.

"Kalau paginya pergi ke sekolah, kemudian siangnya online, ya sudah tidak konsetrasi lagi. Nggak akan mood lagi. Kita yang dewasa juga bakal nggak semangat lagi buat melanjutkannya,” sebut dia. 

”Ini kan, serba tanggung. Sekolah baru berjalan setengah bulan. Ini juga akan membunuh semangat anak-anak untuk belajar," tegas Thoha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: