STEBI Lampung Kaji Model Pengembangan UMKM Berbasis Teknologi di Malaysia
Dosen dan Mahasiswa STEBI Lampung Laksanakan Benchmarking and International Service Community di Inkubator Teknologi Makanan MARA (INTEM), Malaysia.---Sumber foto : Reza Ronaldo.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Lampung melakukan kunjungan internasional untuk mempelajari model pengembangan UMKM berbasis teknologi yang diterapkan Pemerintah Malaysia.
Kegiatan Benchmarking and International Service Community ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan berlangsung di Inkubator Teknologi Makanan MARA (INTEM), Malaysia.
Delegasi STEBI Lampung yang dipimpin Ketua STEBI, Dr. Reza Ronaldo, MM, bersama delegasi ASEANACA, Prof. Dr. Tulus Suryanto, berkesempatan melihat langsung bagaimana Pemerintah Malaysia memfasilitasi UMKM.
INTEM MARA menyediakan fasilitas modern seperti mesin produksi, peralatan pengolahan, hingga gudang penyimpanan yang dapat digunakan UMKM secara gratis.
BACA JUGA:Wali Kota Bandar Lampung Bakal Bentuk Tim Khusus Awasi Program MBG
Hal ini bertujuan meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM tanpa membebani pelaku usaha dengan biaya investasi besar.
Menurut Dr. Reza Ronaldo, model ini sangat relevan untuk diadopsi di Indonesia.
“Model pengelolaan UMKM di Malaysia ini bisa menjadi masukan bagi Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM serta Dinas UMKM Provinsi Lampung, untuk memperkuat daya saing UMKM kita,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Radarlampung.co.id, Senin 8 Agustus 2025.
Dalam kunjungan lapangan ini, dosen dan mahasiswa STEBI Lampung memperoleh pengalaman langsung mengenai tata kelola fasilitas, pendampingan, manajemen kualitas produk, dan strategi pemasaran berbasis teknologi.
BACA JUGA:Program MBG di Lampung Baru Capai Sepertiga Sasaran, Kadis PMDT Ungkap Alasannya
Hal tersebut memperkuat pemahaman mereka tentang ekosistem pengembangan UMKM syariah di tingkat internasional.
Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan akademis, tetapi juga menegaskan peran STEBI Lampung dalam menjembatani riset dengan kebutuhan masyarakat.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari diplomasi akademik internasional yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
