disway awards

Pasca Kasus Keracunan Massal di Sukabumi, Pemkot Bandar Lampung Gelar Pelatihan Keamanan Pangan

Pasca Kasus Keracunan Massal di Sukabumi, Pemkot Bandar Lampung Gelar Pelatihan Keamanan Pangan

Pemkot gelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji untuk SPPG di Kota Bandar Lampung.--

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengambil langkah serius untuk mencegah terulangnya kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa SMP dan SD di Kecamatan Sukabumi beberapa waktu lalu.

Melalui Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, pelatihan keamanan pangan siap saji digelar untuk seluruh penjamah makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pelatihan ini membekali penjamah makanan dengan keterampilan dan pengetahuan untuk menjaga mutu dan keamanan pangan yang disajikan kepada anak-anak sekolah,” kata Muhtadi, Minggu, 21 September 2025.

BACA JUGA:Trik Cairkan Saldo Gratis Link DANA Kaget! Siapkan Akun Dompet Digital Sore Ini

Ia menegaskan bahwa keamanan pangan adalah prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.

Materi pelatihan mencakup higiene dan sanitasi pangan dari penerimaan bahan baku hingga distribusi makanan.

Seluruh proses wajib mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang sesuai peraturan perundang-undangan.

“Setiap tahap harus dikontrol karena kesalahan sekecil apa pun bisa menimbulkan risiko keracunan,” tegasnya.

BACA JUGA:Polsek Gadingrejo Bubarkan Balap Liar di Jalur Lintas Barat, Pelaku Kabur Saat Dirazia

Pelatihan ini diharapkan membuat para penjamah makanan mampu mengidentifikasi dan mencegah bahaya potensial sejak dini.

Muhtadi juga menekankan pentingnya pengelolaan makanan yang aman sebagai penunjang keberhasilan program MBG.

Menurutnya, makanan bergizi tetapi tidak aman tetap bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, muntah, dan penyakit lainnya.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi kejadian keracunan massal yang mengganggu kegiatan belajar anak-anak,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait