Hadapi Puncak Hujan, Lampung Perketat Kesiapsiagaan Usai 160 Bencana Hidrometeorologi
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.---Sumber foto : Biro Adpim.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi mulai Oktober 2025 hingga awal 2026.
Langkah ini diambil menyusul tingginya intensitas bencana hidrometeorologi sepanjang tahun berjalan.
Hingga September 2025, Lampung mencatat 119 kejadian banjir dan 41 tanah longsor di berbagai wilayah.
Angka ini disebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:45 PMI Dipulangkan Karena Bermasalah, BP3MI Ingatkan Pentingnya Prosedur Resmi untuk Keselamatan
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa kesiapan pemerintah tidak hanya terbatas pada penanganan darurat.
Namun juga mencakup mitigasi dan pencegahan jangka panjang.
“Bukan hanya dalam aspek penanganan darurat, tetapi juga pada pencegahan dan mitigasi jangka panjang," kata dia.
"Lampung harus benar-benar siap sebelum musim hujan datang,” ujar Jihan.
BACA JUGA:Rahasia Prompt ChatGPT, 10 Cheat Code Biar Makin Jago Pakai AI
Jihan meminta seluruh pihak memperkuat kesiapsiagaan dengan langkah konkret dan terukur.
Evaluasi terhadap program penanganan banjir menjadi instruksi pertama.
Beberapa langkah prioritas yang disoroti antara lain penguatan sistem drainase dan perbaikan infrastruktur.
Langkah lain yaitu identifikasi sungai-sungai pemicu banjir, inspeksi pintu air, serta optimalisasi waduk, bumbung, dan pompa air.
BACA JUGA:Edit Foto Jadi Minifigure LEGO Dengan Gemini AI
Selain itu juga pembangunan sumur resapan dan drainase vertikal di titik rawan.
“Normalisasi tidak boleh menunggu banjir terjadi. Infrastruktur air harus siap menampung debit tinggi sebelum musim hujan tiba,” tegasnya.
Jihan menekankan bahwa upaya pencegahan bencana banjir harus dimulai sebelum hujan turun.
Pemerintah provinsi akan mendorong manajemen air terpadu dan koordinasi teknis bersama BBWS.
BACA JUGA:Waspada Cuaca Ekstrem di Lampung, Daftar Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Petir
Pemprov juga akan memanfaatkan pompa mobile seperti yang diterapkan di Jakarta. Sistem peringatan dini BMKG akan dioptimalkan.
Integrasi data melalui dashboard online dan pemanfaatan aplikasi Lampung-In juga disiapkan sebagai strategi kesiapsiagaan.
Untuk jangka pendek, Pemprov menyiapkan posko siaga banjir. Edukasi masyarakat akan digencarkan. Koordinasi lintas instansi diperkuat.
Pengendalian tata ruang di wilayah rawan juga akan dijalankan.
BACA JUGA:2 Versi Prompt Gemini AI yang Bisa Digunakan Untuk Edit Foto Pria Keren di Dalam Kereta
Sementara itu, rencana jangka panjang mencakup penguatan lingkungan dan pengawasan tata ruang.
Selain mitigasi, Pemprov Lampung juga menyiapkan dukungan pascabencana.
BPBD telah mempersiapkan alat pompa air atau alkon. Bantuan logistik, sembako, serta peralatan kebersihan juga disiapkan.
Instruksi diberikan kepada kabupaten dan kota untuk menyiapkan e-proposal rehabilitasi serta rekonstruksi.
BACA JUGA:Harga Poco C85 Menjelang Akhir Bulan September 2025
Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial memastikan kesiapan layanan puskesmas dan rumah sakit.
Ketersediaan obat-obatan juga dijaga. Jalur evakuasi dan pemantauan penyakit disiapkan.
Distribusi bantuan serta koordinasi di lokasi terdampak turut diperkuat.
Jihan menegaskan bahwa pengendalian bencana banjir tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja.
BACA JUGA:Sosok Brigjen Helfi Assegaf, Jenderal Reserse yang Jadi Kapolda Lampung Ke-40,
“Penanganan banjir membutuhkan kolaborasi semua pihak," ucapnya.
Dengan strategi terpadu dari pencegahan hingga pemulihan, diharapkan risiko dan dampak sosial ekonomi masyarakat dapat ditekan.
Dengan meningkatnya jumlah kejadian banjir dan longsor pada 2025, pemerintah daerah dituntut bergerak cepat.
Lampung harus lebih siap menghadapi potensi bencana saat curah hujan mencapai puncaknya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
