disway awards

Puluhan Satuan Pendidikan Metro Masuk Daftar Penguatan Sarpras Kemendikdasmen

Puluhan Satuan Pendidikan Metro Masuk Daftar Penguatan Sarpras Kemendikdasmen

Puluhan Sekolah Metro Masuk Daftar Penguatan Saspras Kemendikdasmen.-Foto Ilustrasi/Pixabay.com_lourdesnique-

RADARLAMPUNG.CO.ID - Puluhan satuan pendidikan di Kota Metro masuk dalam daftar penguatan sarana dan prasarana (sarpras) melalui Program Revitalisasi satuan pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di tahun 2026.

Satuan pendidikan tersebut berjumlah 45 satuan pendidikan, yang terdiri dari 30 SD dan 15 SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro, Agus Septiana, menjelaskan, dalam menentukan sekolah yang masuk dalam revitalisasi ditentukan dari indikator objektif.

"Jadi presentase kerusakan itu tercatat dalam aplikasi revitalisasi yang bersumber dari Dapodik. Dan itu menjadi dasar utamanya. Kemudian, data ini diinput langsung oleh satuan pendidikan, diverifikasi, dan menjadi rujukan penentuan prioritas," jelasnya.

BACA JUGA:Akhirnya, Saluran Irigasi Utama Wilayah Metro Utara Dilakukan Penanganan Darurat

Ia mengungkapkan, dari 45 sekolah yang diusulkan tersebut, terdapat lima sekolah dasar yang kebutuhannya paling mendesak, sehingga ditetapkan menjadi tahap pertama revitalisasi 2026.

"Mereka ini dipilih karena adanya kerusakan ruang belajar, sanitasi, dan juga fasilitas pendukungnya yang berada pada level yang langsung berdampak pada kenyamanan dan keselamatan siswa," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam evaluasi penggambaran sarpras di dapodik, pihaknya memberikan pembinaan terhadap operator dapodik sekolah, supaya data mengenai kondisi sarpras betul-betul mencerminkan fakta di lapangan.

Di tahun 2026 ini, prioritas utama dalam revitalisasi untuk meningkatkan toilet dan sanitasi. 

BACA JUGA:Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Metro dan Pemkot Metro Imbau Warga Hindari Petasan

"Adanya keterbatasan anggaran BOS dan APBD ini membuat pemeliharaan toilet tidak maksimal. Ditambah lagi perilaku siswa yang merusak fasilitas, sehingga sanitasi akan cepat kembali rusak," jelasnya.

Selain itu, laboratorium komputer juga masuk dalam revitalisasi.

"Kami juga melakukan monitoring dan pembinaan, supaya laboratorium ini akan benar-benar berfungsi untuk pembelajaran, bukan hanya sekadar ruang fisik," katanya.

Sebagai informasi, pada tahap pertama revitalisasi, ada lima SD dengan paket pekerjaan besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: