disway awards

8 Remaja Diduga Geng Motor Di Pringsewu Diringkus Polisi,​ Bawa Klewang 1,6 Meter dan Gear Modifikasi

8 Remaja Diduga Geng Motor Di Pringsewu Diringkus Polisi,​ Bawa Klewang 1,6 Meter dan Gear Modifikasi

Polres Pringsewu meringkus delapan remaja diduga geng motor.-Foto.Polres Pringsewu-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Delapan remaja pringsewu yang diduga geng motor diringkus Tim Satreskrim Polres pringsewu.

Delapan remaja yang diduga kuat sebagai anggota geng motor yang kerap meresahkan warga.

Mirisnya, para pelaku ini nekat berkeliling membawa senjata tajam (sajam) berukuran raksasa hingga terlibat aksi tawuran yang viral di media sosial.

​Penangkapan dilakukan di sejumlah lokasi berbeda sejak Minggu malam hingga Senin dini hari.

BACA JUGA:Jembatan Garuda Pekon Yogyakarta-Sukoharjo IV Resmi Beroperasi, TNI-AD Bangun Konektivitas Pringsewu

Dari delapan remaja yang diamankan, mayoritas masih berstatus pelajar aktif.

Ke delapan remaja tersebut merupakan warga Pringsewu dengan inisial JR (16), MAD (15), RP (17), RAP (17), BA (17), UJ (16), MRA (16), dan HER (16). Rinciannya, satu orang masih berstatus pelajar SMP, empat pelajar SMK, dan tiga lainnya sudah tidak bersekolah.

​Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Rosali, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, mengungkapkan bahwa dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah senjata mematikan.

​"Kami mengamankan tiga bilah senjata tajam jenis klewang dengan ukuran bervariasi, mulai dari 70 sentimeter hingga yang paling panjang mencapai 1,6 meter.

BACA JUGA:Remaja di Pringsewu Perang Petasan hingga Blokade Jalan, Polisi Turun Tangan

Selain itu, ada satu buah besi gear sepeda motor yang dimodifikasi dengan ikatan kain sebagai alat pemukul," jelas Iptu Rosali.

Ironisnya, Iptu Rosali membeberkan bahwa beberapa dari remaja tersebut bukanlah wajah baru di dunia kriminalitas jalanan. Sebagian merupakan "pemain lama" yang sebelumnya pernah berurusan dengan hukum dalam kasus serupa.

​"Beberapa di antara mereka sebenarnya sudah pernah diamankan dalam kasus tawuran sebelumnya. Namun mereka tidak kapok dan kembali mengulangi perbuatannya," tambahnya.

Aksi nekat kelompok ini tak hanya terbatas pada membawa sajam di jalanan. Mereka juga terlibat tawuran dengan kelompok lain dan secara sengaja merekam aksi tersebut untuk diviralkan di media sosial tanpa rasa takut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait