Progres Tembus 50 Persen, Proyek Jalan Dana Pinjaman Pemprov Lampung Target PHO September
Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah saat menjelaskan ruas jalan yang diperbaiki.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tancap gas menuntaskan proyek infrastruktur jalan. Pembangunan 18 paket jalan strategis yang dibiayai melalui skema dana pinjaman kini dipacu agar rampung tepat waktu.
Hasilnya, rata-rata progres fisik proyek dana pinjaman tersebut kini resmi melampaui angka 50 persen.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung bahkan melempar target tegas: tahap serah terima sementara pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO) sudah harus dimulai pada September hingga Oktober 2026.
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menegaskan pihaknya tidak ingin menunda-nunda penyelesaian proyek agar asas manfaatnya bisa langsung dikunci oleh masyarakat.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Targetkan Pendapatan Rp7,229 T di 2027, Siapkan Rp300 M Bayar Utang
"Terutama untuk paket-paket dari dana pinjaman, kita usahakan September atau Oktober nanti sudah banyak proyek yang bisa kita PHO-kan," tegas Taufiqullah, Jumat 31 Juli 2026.
APBD Murni Tembus 30 Persen, Kota Baru Tercepat
Tak hanya dana pinjaman, proyek jalan yang bersumber dari APBD Murni 2026 juga bergerak di angka rata-rata 30 persen dari total 62 paket pekerjaan.
Taufiqullah meluruskan, angka agregat 30 persen tersebut terbagi dalam tiga tahap lelang.
Untuk 30 paket pada tahap awal, progres fisiknya sebenarnya sudah tembus di atas 50 persen.
BACA JUGA:Retribusi Pemprov Lampung Semester I 51,8 Persen, Sekda Marindo Minta OPD Gali Potensi PAD
"Agregat terlihat 30 persen karena ada paket baru yang selesai berkontrak sehingga progresnya masih di bawah 10 persen. Tapi khusus paket yang dilelang awal, semuanya sudah di atas 50 persen," paparnya.
Di lapangan, ruas Kota Baru mencatatkan progres tercepat. Pengecoran beton (rigid pavement) hampir merampungkan seluruh badan jalan di kawasan tersebut.
Sebaliknya, titik paling lambat berada di proyek pelebaran Jalan Laksamana Martadinata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


