TPAS Ditutup, Layanan Angkut Sampah Metro Terhenti
Foto Ist.--
RADARLAMPUNG.CO.ID – Layanan pengangkutan sampah di Kota Metro untuk sementara terhenti. Kondisi ini terjadi setelah akses menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPAS) Karangrejo ditutup warga sejak Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro menyampaikan penghentian layanan tersebut melalui pengumuman yang diunggah pada akun Facebook Dinas LingHidup KoMet.
Dalam pengumuman itu, DLH menyatakan pelayanan pengangkutan sampah belum dapat dilakukan sampai akses menuju TPAS Karangrejo kembali dibuka dan fasilitas tersebut dapat digunakan secara normal.
“Sehubungan dengan adanya penutupan sementara Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo oleh warga sekitar, maka pelayanan pengangkutan sampah di wilayah Kota Metro dihentikan untuk sementara waktu sampai dengan kondisi layanan TPAS Karangrejo berfungsi normal kembali,” demikian isi pengumuman DLH Kota Metro tertanggal 15 Agustus 2026.
Selama layanan pengangkutan dihentikan, DLH meminta masyarakat mengelola sampah dari rumah. Warga dianjurkan memilah sampah berdasarkan jenisnya serta mengolah sampah organik menjadi kompos.
Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat disetorkan ke bank sampah di kelurahan masing-masing.
Masyarakat juga diminta menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan dan mendaur ulang sampah untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga selama layanan pengangkutan belum kembali normal.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Metro, Arivanda Jaya, membenarkan adanya penghentian sementara tersebut. Menurutnya, armada pengangkut tidak dapat membawa sampah ke lokasi pembuangan karena akses masuk TPAS Karangrejo masih ditutup warga.
“Terkait penutupan akses masuk TPAS Karangrejo oleh warga sejak Sabtu, 15 Agustus 2026, kami dari DLH Kota Metro dapat disampaikan bahwa layanan pengangkutan sampah untuk sementara memang terkendala karena armada tidak dapat masuk ke lokasi pembuangan akhir. Jadi belum bisa kami pastikan batas waktunya,” ujarnya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Arivanda mengatakan DLH terus berkoordinasi dengan pimpinan untuk membuka ruang dialog bersama warga dan Aliansi Masyarakat Karangrejo Bersatu (AMKB).
Pertemuan tersebut diharapkan dapat membahas persoalan yang menjadi dasar penutupan akses sekaligus mencari jalan keluar agar layanan persampahan di Kota Metro kembali berjalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


