Abu Vulkanik Mengintai, Petani Metro Diminta Percepat Panen

Abu Vulkanik Mengintai, Petani Metro Diminta Percepat Panen

--

RADARLAMPUNG.CO.ID, METRO — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota METRO.

Mengantisipasi kemungkinan hujan abu vulkanik berdampak terhadap produksi pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk melindungi sektor peternakan, perikanan hingga pertanian.

Langkah tersebut disiapkan sebagai bentuk antisipasi agar aktivitas produksi pangan tetap berjalan sekaligus mengurangi risiko kerugian apabila paparan abu vulkanik meluas ke wilayah Metro.

Plt Kepala DKP3 Kota Metro Pipi Puspita Sari mengatakan, sektor peternakan menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah mendorong peternak menyiapkan cadangan pakan untuk kebutuhan dua hingga tiga bulan.

BACA JUGA:Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Itera Kerahkan Tim Ukur Kualitas Udara Indoor-Outdoor

Cadangan tersebut dapat berupa konsentrat, hijauan kering atau hay, maupun silase yang berasal dari wilayah yang tidak terdampak abu vulkanik.

“Yang paling penting adalah memastikan pakan tetap tersedia. Ternak produktif seperti sapi perah dan ayam petelur harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan,” kata Pipi.

Selain menjamin ketersediaan pakan, kondisi kesehatan ternak juga harus diperhatikan. Peternak dianjurkan memberikan tambahan vitamin A, D, E serta selenium guna membantu menjaga daya tahan tubuh ternak ketika menghadapi kondisi stres akibat perubahan lingkungan.

DKP3 juga mengingatkan agar ternak tidak langsung dilepas ke padang penggembalaan yang telah tertutup abu.

BACA JUGA:Pemkot dan DPRD Bandar Lampung Sahkan APBD Perubahan 2026, Fokus Genjot Infrastruktur Perkotaan

Jika lapisan abu mencapai sekitar dua sentimeter, rumput yang akan digunakan sebagai pakan sebaiknya dipotong bagian pucuknya, kemudian dicuci hingga bersih sebelum diberikan kepada hewan.

Tak hanya pakan, kondisi reproduksi ternak juga menjadi perhatian. DKP3 menyarankan program inseminasi buatan (IB) ditunda sekitar satu hingga dua bulan apabila kondisi ternak belum sepenuhnya pulih.

“Kalau ternak masih stres, jangan dipaksakan untuk program perkawinan. Kita tunggu sampai kondisinya pulih agar kualitas bibit dan angka kelahiran tetap terjaga,” jelasnya.

Sebagai langkah jangka panjang, DKP3 turut mendorong pembentukan bank pakan desa. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi cadangan pakan komunal yang dapat digunakan peternak ketika pasokan pakan mengalami gangguan akibat kondisi lingkungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: