200 Ribu Lulusan SMK Lampung Belum Kerja, Pasar Global Dibidik
Sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri dalam Mendukung Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri di Gedung Pusiban Pemprov Lampung, Rabu 9 September 2026.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Sekitar 200 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Lampung disebut masih belum mendapatkan pekerjaan. Di saat yang sama, minat warga Lampung untuk mencari penghidupan ke luar negeri justru terus tinggi.
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung mencatat, hingga Agustus 2026 sudah sekitar 18 ribu warga Lampung tercatat dalam penempatan kerja ke luar negeri. Angka tersebut telah mencapai sekitar 75 persen dari total penempatan sepanjang 2025 yang berada di kisaran 24 ribu orang.
Besarnya potensi tenaga kerja yang belum terserap di dalam negeri, berbanding dengan tingginya permintaan tenaga kerja dari luar negeri, kini coba dijembatani pemerintah melalui program peningkatan kapasitas berbasis kebutuhan pasar kerja global.
Salah satunya melalui program SMK Global yang menyasar lulusan SMK dan masyarakat umum untuk mendapatkan pendidikan serta pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Kepala BP3MI Lampung Kombes Pol Mulia Nugraha mengatakan, Lampung mendapat target sebanyak 1.460 peserta dalam program tersebut.
Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri dalam Mendukung Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri di Gedung Pusiban Pemprov Lampung, Rabu 9 September 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Abri Danar Prabawa via daring dan Penyuluh Hukum Ahli Muda BP3MI Lampung Ahmad Robby.
Mulia menjelaskan, dari total kuota SMK Global di Lampung, sebanyak 75 persen diperuntukkan bagi lulusan SMK, sedangkan 25 persen lainnya bagi masyarakat umum.
BACA JUGA:Promo 9.9 Superindo: Downy Beli 1 Gratis 1 hingga Diskon Deterjen Cuma Hari Ini
“Kalau dilihat dari data yang ada di provinsi, kurang lebih ada 200 ribuan lulusan SMK yang sampai saat ini masih belum mendapatkan pekerjaan,” kata Mulia usai acara.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan lulusan SMK menjadi sasaran utama program. Namun, program tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan pengangguran, melainkan juga memastikan calon PMI memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.
Tahun ini, terdapat tiga sektor yang menjadi fokus peningkatan kapasitas, yakni kesehatan, pertanian, serta hospitality atau perhotelan dan pariwisata.
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup besar di pasar internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


