PTM Kembali Besok, Sekolah Wajib Bersih dari Abu GAK
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas Amirico.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Lampung kembali dimulai Jumat 11 September 2026.
Kebijakan ini menandai berakhirnya masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diberlakukan menyusul erupsi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Namun, kembalinya siswa ke sekolah dibarengi sejumlah ketentuan. Sekolah diminta mengawali PTM dengan Salat Istisqa serta memastikan lingkungan sekolah benar-benar bersih dari abu vulkanik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Thomas Amirico mengatakan, keputusan kembali ke PTM mengacu pada surat edaran Gubernur Lampung.
BACA JUGA:Momen Rektor Teknokrat Ikut Shalat Istisqa, Doakan Hujan untuk Lampung
“Berdasarkan surat edaran Bapak Gubernur, masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah telah berakhir. Oleh karena itu, mulai besok kami akan kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sesuai dengan arahan pimpinan,” kata Thomas.
Ketentuan tersebut dituangkan dalam surat Disdikbud Lampung Nomor 400.3.8/2035/V.01/DP.2/2026 tertanggal 10 September 2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka dan Sholat Istisqo.
Dalam surat tersebut, seluruh satuan pendidikan SMA/SMK/SLB se-Provinsi Lampung diimbau mengawali pembelajaran tatap muka pascaerupsi debu vulkanik GAK dengan melaksanakan Salat Istisqa secara berjemaah.
Pelaksanaannya dijadwalkan Jumat 11 September 2026 mulai pukul 07.30 WIB sampai selesai di masjid atau lapangan masing-masing satuan pendidikan.
BACA JUGA:Harga Emas Antam 10 September 2026 Alami Pergerakan, Cek Rincian Perbandingan Hari Ini
Salat Istisqa melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta warga satuan pendidikan lainnya. Para peserta diminta membawa sajadah dan alat salat serta menggunakan masker.
“Proses pembelajaran tatap muka akan diawali dengan doa bersama dan pelaksanaan Salat Istisqa secara berjemaah di satuan pendidikan masing-masing,” ujar Thomas.
Doa tersebut menjadi ikhtiar bersama agar bencana erupsi dan musim kemarau segera berlalu serta hujan segera turun.
Menariknya, Disdikbud juga mengarahkan agar doa setelah Salat Istisqa diupayakan dipimpin peserta didik yang yatim atau piatu dan memiliki kemampuan serta kefasihan dalam memimpin doa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


