Pemprov Lampung Usulkan Tambahan Kuota Bio Solar 120.384 KL

Pemprov Lampung Usulkan Tambahan Kuota Bio Solar 120.384 KL

Kepala Dinas ESDM Lampung Budhi Darmawan.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengusulkan tambahan kuota Bio Solar bersubsidi sebesar 120.384 kiloliter (KL) atau sekitar 15 persen dari kuota tahun ini.

Usulan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan Bio Solar yang terjadi di sejumlah wilayah Lampung, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lampung Budhi Darmawan mengatakan, Gubernur Lampung telah mengajukan usulan tambahan kuota tersebut. Selain Bio Solar, Pemprov juga mengusulkan tambahan kuota Pertalite sebesar 72.391 KL atau 10,41 persen.

“Untuk Biosolar, kami mengajukan tambahan sebesar 120.384 KL atau 15 persen dari kuota tahun ini. Sedangkan untuk Pertalite, usulannya 72.391 KL atau 10,41 persen,” kata Budhi, Selasa 15 September 2026.

BACA JUGA:Promo Banded Pick of the Week Chandra Superstore, Belanja Hemat Produk Kebutuhan Rumah Tangga

Menurut dia, tambahan kuota diperlukan karena tingginya permintaan BBM subsidi saat ini.

Kondisi tersebut, kata Budhi, bukan disebabkan distribusi yang tersendat maupun kelangkaan pasokan, melainkan meningkatnya konsumsi yang melampaui perhitungan kuota awal.

“Yang terjadi bukanlah kelangkaan. Antrean panjang tersebut disebabkan oleh banyaknya konsumen yang beralih dari Solar non-subsidi ke Solar subsidi,” ujarnya.

Budhi menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi turut memicu peralihan konsumen. Terlebih, terdapat perbedaan harga yang cukup lebar antara BBM jenis Dex dengan Bio Solar subsidi.

BACA JUGA:Warga Kedamaian Datangi Ruko Karaoke, Camat Singgung Soal Izin Operasional

Harga Dex disebut mencapai Rp25.500 per liter, sedangkan Bio Solar subsidi berada di kisaran Rp6.800 per liter.

“Disparitas harga yang tinggi inilah yang membuat orang beralih, sehingga antrean makin banyak,” katanya.

Selain perpindahan konsumen, peningkatan aktivitas di sektor pertanian dan perkebunan serta pertumbuhan jumlah kendaraan baru juga disebut ikut mendorong konsumsi Bio Solar.

Budhi menyebut, realisasi penyaluran Solar hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai 569.332 KL atau sekitar 71,9 persen dari kuota tahunan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait