UBL Kembangkan SI IDA Lamsel, Perkuat Tata Kelola Digital dan Dukung Program BANG RADIN
UBL Kembangkan SI IDA Lamsel, Perkuat Tata Kelola Digital dan Dukung Program BANG RADIN. -Foto UBL For Radar Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID — Universitas Bandar Lampung (UBL) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital tata kelola pemerintahan daerah. Melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Lampung Selatan, dosen dan mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UBL resmi mengembangkan Sistem Informasi Inovasi Daerah (SI IDA Lamsel).
Pengembangan platform teknologi ini digawangi langsung oleh dosen Informatika UBL, Ari Kurniawan Saputra, S.Kom., M.T.I., bersama mahasiswa Informatika, Praise Otniel Beethoven. Keduanya berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem inovasi daerah guna menyokong program BANG RADIN (memBANGun daeRAh Dengan INovasi) di Kabupaten Lampung Selatan.
Ari Kurniawan Saputra menjelaskan, SI IDA Lamsel hadir sebagai solusi berbasis teknologi informasi untuk mempermudah pemerintah daerah dalam mengelola data inovasi secara terstruktur dan terintegrasi.
"Sistem ini dirancang untuk mendampingi seluruh proses pengelolaan inovasi, mulai dari pendataan, monitoring, evaluasi, hingga pelaporan. Harapannya, perangkat daerah dapat mengelola setiap inovasi secara lebih efektif," ujar Ari, Selasa (13/10).
Menurutnya, ketersediaan sistem informasi terpadu sangat krusial dalam memperkuat tata kelola inovasi daerah, terutama saat penyiapan data pendukung dan dokumen evaluasi. Kehadiran SI IDA Lamsel juga diproyeksikan dapat mendongkrak penilaian Indeks Inovasi Daerah oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sekaligus ajang Government Innovation Award di Kabupaten Lampung Selatan.
"Pengelolaan inovasi daerah tidak cukup hanya sebatas ide. Harus ada dokumentasi, pengukuran, dan evaluasi yang sistematis. Melalui SI IDA Lamsel, kami membantu pemda menyiapkan basis data inovasi yang lebih rapi," tambahnya.
Langkah penguatan inovasi ini sejalan dengan tren positif capaian Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Lampung Selatan yang sebelumnya tercatat melompat dari 59,92 (kategori Inovatif) pada 2022 menjadi 62,06 (kategori Sangat Inovatif) pada 2023.
Lebih lanjut, Ari menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
"Perguruan tinggi memiliki keilmuan dan talenta. Keterlibatan dosen dan mahasiswa UBL ini membuktikan bahwa ilmu informatika tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah," ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara UBL dan BRIDA Lampung Selatan ini dapat terus berkembang serta membuka panggung pengalaman praktis yang berdampak luas bagi mahasiswa.
Saat ini, platform SI IDA Lamsel sudah dapat diakses publik melalui laman resmi https://siida.lampungselatankab.go.id/. Sistem ini diperuntukkan bagi jajaran Pemkab Lampung Selatan, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, pemerintah desa, hingga unit pelayanan kesehatan seperti puskesmas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


