radarlampung.co.id - Ada sebanyak 1.096 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Lampung Tengah yang graduasi mandiri, alami, dan paksa. Jadi sekarang ini hanya ada 72.919 KPM dari sebelumnya 74.015 KPM. Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Lamteng Johanez Chanzen menyatakan sekarang ini tersisa 72.919 KPM. \"Awalnya ada 74.015 KPM. Setelah kita dorong ada 1.096 KPM yang graduasi mandiri, alami, dan paksa. Jadi sekarang ini sisanya ada 72.919 KPM,\" katanya. Dalam upaya graduasi paksa, kata Chanzen, pihaknya melalui mekanisme musyawarah kampung/kelurahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. \"Kita libatkan seluruh elemen masyarakat untuk graduasi paksa. Mekanismenya melalui musyawarah kampung/kelurahan. Jadi kalau ada kepala keluarga yang dicoret dari KPM bukan hanya keinginan kepala kampung atau lurah. Jika ada pemalsuan data, misalnya keluarga mampu dimasukkan jadi KPM jelas ada sanksi pidananya maksimal 2 tahun penjara. Pada 2020, kita punya target menurunkan graduasi sebanyak 2.000 KPM,\" ujarnya. Terkait usulan KPM, kata Chanzen, pihaknya bersifat hanya mengusulkan ke pusat. \"Jika ada penambahan kuota, Dissos Lamteng hanya mengusulkan ke Kementerian Sosial,\" ungkapnya. Ditanya apakah ada persoalan dalam penyaluran bantuan, Chanzen, menyatakan sudah pasti ada. \"Pasti ada ya. Paling banyak masalah saldo KPM nol saat ingin mengambil bantuan di 334 E-warong dari 311 kampung/kelurahan. Masalah ini kita laporkan ke BRI,\" katanya. Ditanya apakah nilai bantuan ada perubahan, Chanzen membenarkannya. \"Iya, ada perubahan nilai bantuan dari Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu. Hal ini masih tahap sosialisasi. Kita sudah rapat koordinasi untuk penyalurannya dalam bentuk sembako. Kemungkinan Februari ini mulai disalurkan. Bergantung kesiapan E-warong. Bantuan sembako ini yang jelas untuk memenuhi gizi seimbang dalam menekan angka stunting. Ini dalam bentuk beras atau jagung, telur atau daging atau ikan, sayur-sayuran atau tahu-tempe, dan buah-buahan,\" ucapnya. Chanzen melanjutkan, pihaknya juga sudah menempel stiker di rumah-rumah KPM. \"Kita tempeli stiker di rumah KPM. Kalau sampai dilepas, berarti mengundurkan diri dari KPM dan tak menerima bantuan sembako,\" tegasnya. Terkait pembinaan bidik misi bagi anak KPM-PKH melalui program Gerakan Ayo Kuliah, kata Chanzen, ada 103 KPM yang mengajukan. \"Ada 103 KPM yang mengajukan. Yakni kuliah di Unila, Itera, IAIN, Polinela, dan beberapa universitas negeri di luar Lampung,\" ungkapnya. (sya/ang)
Sudah 1.096 KPM-PKH Graduasi, Tahun Ini Target 2.000 KPM
Jumat 14-02-2020,11:00 WIB
Editor : Anggri Sastriadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,17:48 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp 9.000, Simak Rincian dan Prediksi Besok 29 Juli 2026
Rabu 29-07-2026,07:00 WIB
Promo Gantung Alfamart Periode 28 Juli - 3 Agustus 2026: Banjir Diskon Minyak Goreng 2 Liter
Selasa 28-07-2026,18:57 WIB
DPS Pilkakon Tambahrejo Tetapkan 3.234 Pemilih, Warga Diminta Cek Data
Selasa 28-07-2026,19:21 WIB
PTBA Bersama MIND ID Perkuat Komitmen Pemulihan Ekosistem Sungai
Selasa 28-07-2026,18:08 WIB
Lampung Tuan Rumah Pornas Korpri XVIII 2027, Pemprov Targetkan Tri Sukses dan Geliat Ekonomi
Terkini
Rabu 29-07-2026,17:41 WIB
Pasar Logam Mulia Kompak Melemah, Harga Emas dan Perak Antam Hari Ini Anjlok
Rabu 29-07-2026,17:31 WIB
Promo Produk Baru Super Indo 23–29 Juli 2026: Diskon Kopi Drip Hingga Matcha Bubuk Premium
Rabu 29-07-2026,15:40 WIB
Polda Lampung Musnahkan Narkoba Hingga Senpi Ilegal Dengan Total Kerugian Rp264,9 Miliar
Rabu 29-07-2026,13:10 WIB
Mantap, 14 Jurnal Ilmiah Unila Tembus Akreditasi SINTA, Ini Daftar Lengkapnya
Rabu 29-07-2026,12:18 WIB