Radarlampung.co.id - Setiap daerah di Indonesia mempunyai kain tradisional yang memiliki ciri khas atau keunikan tersendiri, begitu juga kain tapis tradisional Lampung. Demikian disampaikan Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo saat membuka pelatihan Sulam Tapis, di Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, Rabu (3/11). \"Kain tapis tradisional Lampung merupakan warisan secara turun-temurun dari nenek moyang, yang harus dilestarikan,\" jelas M. Dawam didampingi Ketua Dekranasda Lamtim Yus Bariah serta Kadis Perindustrian dan Perdagangan Rosdi. Dilanjutkan, bagi orang Lampung, kain tapis merupakan salah satu kerajinan seni, yang bermakna untuk menyelaraskan kehidupan pada lingkungan dan kepada tuhan sang pencipta Alam. \"Kain yang telah disulam atau ditutupi benang, juga dimaknai sebagai simbol pelindung bagi penggunanya, dari setiap hal-hal kotor dalam kehidupan,\" lanjut M. Dawam. Lebih lanjut dijelaskan, tapis juga memiliki berbagai motif dan tidak asal cantik saja, namun ada pesan di dalamnya. Seperti motif tajuk ayun yang mengandung makna bahwa hidup itu bersifat dinamis, sehingga harus luwes dalam mengikuti perkembangan zaman. Kemudian, motif sasap berarti penuh atau padat, mengandung makna ilmu yang bermanfaat lahir batin, sesuai ketentuan agama atau kepercayaan yang dianut. Sedangkan wajik atau belah ketupat, bermakna kemana pun arah tujuan, haruslah menuju pada kebaikan. \"Dilihat dari hal tersebut, kain tapis dapat dikatakan menunjukkan suatu ketelitian dan kesabaran, sehingga dapat menghasilkan karya seni yang indah, dan memuat nilai budaya serta sejarah perkembangan masyarakat,\" terangnya. Dengan makna yang terkandung tersebut, kain tapis memiliki nilai jual yang tinggi. Kain Tapis tidak hanya dipakai untuk acara adat, akan tetapi saat ini mulai diaplikasikan dalam berbagai ragam fashion. Sehingga, kain tapis sudah dikenal dalam even bertaraf nasional maupun internasional, yang dikenalkan para desainer Indonesia dalam even-even besar. Karenanya, melalui pelatihan tersebut, Dawam berharap dapat menjadi sarana pengenalan kebudayaan khas Lampung. Selain itu, agar masyarakat tidak melupakan kekayaan budaya warisan Lampung. \"Pelatihan ini, merupakan kesempatan bagi para peserta untuk berlatih sulam tapis di tengah kemajuan teknologi saat ini dengan tidak melupakan kekayaan khas Lampung,\" imbuh M. Dawam. (wid/sur)
Dawam: Kain Tapis Harus Dilestarikan dan Dikembangkan
Rabu 03-11-2021,13:22 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 03-07-2026,07:42 WIB
Cek Promo HUT ke-38 Indomaret: Belanja Paket Bundling Minuman Jadi Lebih Hemat
Jumat 03-07-2026,08:16 WIB
Jangan Sampai Lewat, Liburan Gratis di Slanik Waterpark Spesial Bagi yang Ulang Tahun Bulan Juli
Jumat 03-07-2026,15:25 WIB
Pendaftaran PJJ SMA di Lampung Resmi Dibuka 6-31 Juli 2026
Jumat 03-07-2026,12:43 WIB
Bocoran iPhone 18 Pro Max, Apple Disebut Siapkan Baterai Terbesar di Lini iPhone
Jumat 03-07-2026,18:05 WIB
125.749 Kendaraan Manfaatkan Keringanan PKB, Bapenda Evaluasi Program 8 Juli
Terkini
Jumat 03-07-2026,19:24 WIB
BMHS Hadirkan Pusat Rujukan Bedah Robotik Pertama di Sumatera Barat
Jumat 03-07-2026,18:34 WIB
Redmi K90 Ultra Meluncur dengan Kipas Aktif, Snapdragon 8 Elite dan Baterai 8.550 mAh
Jumat 03-07-2026,18:17 WIB
Diduga Hanya gara-gara Undangan Khitanan Belum Disebar, Warga Lampung Timur Lakukan Hal Ini
Jumat 03-07-2026,18:05 WIB
125.749 Kendaraan Manfaatkan Keringanan PKB, Bapenda Evaluasi Program 8 Juli
Jumat 03-07-2026,17:38 WIB