Radarlampung.co.id - SN (16), seorang pelajar warga Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah, digilir enam orang. Akibatnya, korban kini hamil lima bulan. Kapolsek Punggur Iptu Mualimin menyatakan, peristiwa pemerkosaan terjadi di warung kosong Dusun Srirahayu I, Kampung Kotagajah Timur, Kecamatan Kotagajah, Rabu (12/5). \"Korban diajak kenalannya RE (DPO) sekitar pukul 18.30 WIB. Kemudian RE mengajak korban bertemu teman-temannya, AP (21), FF (20), SR (20), AD (20), dan FD (20). Ketika itu, AP, FF, SR, AD, dan FD yang juga warga Kampung Kotagajah Timur sedang minum tuak si steam motor dekat Bakso Enggal, Kecamatan Kotagajah,\" katanya. Selanjutnya, kata Mualimin, korban bersama RE dan lima rekannya berbincang-bincang. Korban dipaksa minum Sampurna atau Anggur Vigour. Korban akhirnya minum segelas dengan dicekoki hingga pusing. Belum puas, korban kembali dicekoki minuman segelas. Lalu lima rekan RE pindah ke warung kosong. Kembali untuk minum tuak. Tak lama, korban diajak RE ke warung kosong sekitar pukul 22.00 WIB. \"Korban diperkosa RE. Secara bergilir rekan-rekannya lima orang juga ikut memperkosa korban. Setelah puas, korban diantar pulang oleh RE,\" ujarnya. Setelah peristiwa itu, kata Mualimin, korban berusaha menyembunyikannya. Namun sepintar-pintarnya bangkai disembunyikan akhirnya tetap tercium. Nenek korban curiga melihat perubahan fisik korban. Korban ditanya hingga mengaku. Tidak terima, kasus ini dilaporkan korban bersama kakeknya ke Polsek Punggur dengan nomor LP/B/ 594/ X / 2021/ POLDA LAMPUNG/ RES LAMTENG/ SEK PUNGGUR, Tgl. 6 Oktober 2021. Menindaklanjuti laporan itu, kata Mualimin, pihaknya melakukan penyelidikan. \"Kita berhasil meringkus tiga tersangka di rumahnya masing-masing saat sedang tidur, Rabu (13/10) sekitar pukul 15.00 WIB. Yakni AP, FF, dan SR. Tiga rekan tersangka, yakni RE, AD, dan FD sedang dalam pengejaran. Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1), (2) Jo pasal 76D atau pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU RI No.35/2014 tentang Perubahan atas UU No.23/2002 tentang Perlindungan Anak,\" tegasnya. Sedangkan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng merasa prihatin atas kejadian ini. \"Cukup prihatin. Korbannya sudah kita bawa di Rumah Aman. Korbannya trauma,\" kata Ketua LPA Lamteng Eko Yuwono. Korban, kata Eko, sejak sembilan bulan tinggal bersama kakek-neneknya. Kedua orang tua korban bekerja di Bangkabelitung. \"Korban masih kelas 1 SMA. Neneknya mengizinkan korban keluar rumah karena ketika itu malam takbiran,\" katanya. Para pelaku, kata Eko, ada satu yang sudah beristri, satu pelajar, dan lainnya bujang yang sudah tidak sekolah lagi. \"Ada satu yang punya istri dan satu masih sekolah. Lainnya bujang tapi sudah nggak sekolah. Saya tanya kepada tersangka yang sudah ditangkap memang sudah direncanakan,\" ujarnya. Ditanya jika anak korban lahir siapa ayahnya, Eko menyatakan biasanya harus tes DNA. \"Tes DNA untuk memastikannya,\" celotehnya. (sya/sur)
Remaja Ini Diperkosa Enam Orang hingga Hamil
Kamis 14-10-2021,14:06 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,11:56 WIB
Ramalan Zodiak Keuangan 6-7 Oktober 2026: Momentum Atur Anggaran hingga Waspada Pengeluaran Impulsif
Selasa 06-10-2026,15:03 WIB
Hadiri Dies Natalis ke-12 ITERA, Mendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Motor Hilirisasi dan Solusi Pembangunan
Selasa 06-10-2026,13:44 WIB
Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto Buka UBL Expo 2026, Apresiasi Inovasi Teknologi Karya Mahasiswa dan Dosen
Selasa 06-10-2026,17:02 WIB
Siswi SMP TMI Shakira Al Khaira Wakili Lampung di Putri Anak Indonesia 2026
Selasa 06-10-2026,14:11 WIB
Lobi Pemerintah Pusat, Pemkot Bandar Lampung Bidik Program BTS Demi Hidupkan Bus Kota
Terkini
Rabu 07-10-2026,06:42 WIB
Lampung Barat dan Tanggamus Siaga Cuaca Ekstrem, Ini Prakiraan Lengkap BMKG 7 Oktober 2026
Selasa 06-10-2026,20:54 WIB
Alfamart Sahabat Posyandu Gandeng Kalbe Nutritionals, Sasar Kesehatan Ibu dan Anak di Bandar Lampung
Selasa 06-10-2026,18:59 WIB
Korupsi Proyek Jalan Lampung Utara, Delapan Kontraktor Ditetapkan Tersangka
Selasa 06-10-2026,18:17 WIB