RADARLAMPUNG.CO.ID - Insentif di sektor otomotif yang diberikan pemerintah memberikan dampak peningkatan dan produksi kendaraan bermotor (KBM). Hal itu dikatakan Haryadi Sukamdani selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dalam webinar diskusi publik penguatan sinergi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di era digital. Haryadi mengatakan, pihaknya bersyukur dengan adanya stimulus fiskal yang diberikan di sektor otimotif. Sehingga adanya stimulus tersebut menunjukkan kenaikan produksi kendaraan. \"Jadi kendaraan yang diproduksi mengalami penurunan dari 1juta sekian menjadi 578 ribu, artinya turun sekitar 45 persen. Dengan adanya relaksasi PPnBM menunjukkan reapon positif, dan penjualan KBM diperkirakan meningkat pada kisaran 80-150 persen dari bulan-bulan berikutnya. Ini salah satu contoh insentif yang langsung dapat meningkatkan demand,\" ujarnya dalam pemaparannya di webinar diskusi publik yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Selasa (6/7). Ia mengungkapkan, berdasarkan McKinsey Survey, Indonesia mempunyai masyarakat yang optimis terhadap pemulihan ekonomi yang terlihat di triwulan I. Di mana sudah menunjukkan tren untuk pulih. Ia menjelaskan, industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) diperkirkan akan mukai menikmati pertumbuhan setidaknya 1-2 persen (yoy) pada kuartal I. \"Itu memang sudah terjadi. Dan tren ekspansi pelaku industri cenderung naik sejalan dengan survei IHS market di mana periode Januari tercatat naik di level 52,2,\" ungkapnya. Begitu juga dengan industri makanan dan minuman diproyeksikan tumbuh antara 5 sampai 7 persen. Walau bagaimanapun, pertumbuhan di angka tersebut belum normal, namun sudah menunjukkan pemulihan menuju kondisi yang lebih baik. \"Tapi dengan adanya penerapan PPKM darurat di Jawa dan Bali, maka proyeksi pemulihan sektor TPT serta proyeksi pertumbuhan sektor makanan minuman maupun proyeksi sektor lainnya dapat terganggu sehingga menghambat percepatan pemulihan industri yang telah dimulai sejak akhir 2020,\" ungkapnya. Ia menambahkan, dari pandangan dunia usaha, akselerasi transformasi digital menjadi sesuatu yang harus dilakukan dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi. \"Karena saat ini, siapa yang menguasai teknologi informasi itulah yang akan memenangkan persaingan. Berkembangnya tren dunia usaha dan konsumen yang memanfaatkan transformasi digital yang semakin menguat saat pandemi diyakini akan mendukung percepatan pemulihan usaha dan ekonomi,\" tandasnya. (rur/sur)
Insentif PPnBM Tingkatkan Demand
Selasa 06-07-2021,18:57 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 03-11-2026,11:23 WIB
Pesta Gol di Kandang Pakhtakor, Al Nassr Menang Telak 6-2 Meski Tanpa Cristiano Ronaldo
Selasa 03-11-2026,15:13 WIB
Sidak Angkasa Land, Komisi III DPRD Bandar Lampung Temukan Drainase Belum Memadai dan Khawatir Banjir
Selasa 03-11-2026,15:05 WIB
Vivo V80 Lite 5G Resmi Masuk di Indonesia: Cek Spesifikasi Lengkap, Fitur AI, dan Harganya
Selasa 03-11-2026,16:35 WIB
Bukan Sekadar Penampilan, Duta Teknokrat 2026 Tekankan Karakter dan Kepemimpinan
Selasa 03-11-2026,10:33 WIB
Update Logam Mulia Antam 3 November 2026, Harga Emas Naik Rp10.000, Grafik Pergerakan Kembali Menghijau
Terkini
Selasa 03-11-2026,21:27 WIB
Presiden Prabowo Sudah Tahu Nomor Teleponnya Diduga Disadap Tiga Jenderal Polisi, Begini Perintah Tegasnya
Selasa 03-11-2026,20:47 WIB
Kronologi Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo, dari Nomor Masuk ke Sistem hingga Data Dihapus
Selasa 03-11-2026,18:14 WIB
Resmi Disumpah, 42 Dokter Baru FK Universitas Malahayati Siap Mengabdi untuk Masyarakat
Selasa 03-11-2026,16:35 WIB
Bukan Sekadar Penampilan, Duta Teknokrat 2026 Tekankan Karakter dan Kepemimpinan
Selasa 03-11-2026,15:13 WIB