"Melalui kegiatan PLM ini semoga dapat memotivasi dan membangun kepercayaan diri peserta untuk terus melaksanakan rencana kerja transformasi perpustakaan di kabupaten maupun desa," ungkapnya.
Dedi menambahkan, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial diharapkan bisa dijadikan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen. Untuk terus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.
Pada kesempatan PLM, Sukman Andrianto salah satu perwakilan dari peserta PLM Desa Sukabanjar, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, mengaku, banyak pembelajaran yang telah dicapai dengan adanya kegiatan PLM. Sehingga muncul semangat untuk terus berinovasi.
BACA JUGA:Unila Beri Pendidikan dan Latihan untuk Penerima Beasiswa
"Khususnya pembelajaran public speaking yang baik untuk kepentingan advokasi dan promosi sangat merasakan dampaknya bagi perpusatakaan. Terimakasih atas ilmu yang telah diberikan melalui kegiatan PLM," tandasnya. (*)