Progres Revitalisasi Tambak Dipasena 60 Persen, Petambak Gandeng FT Unila Bangun Penangkal Ombak

Rabu 27-07-2022,19:59 WIB
Reporter : Muhammad Zainal Arifin
Editor : Ari Suryanto

"Nanti FT Unila juga akan memberikan pendampingan dengan melakukan tinjauan dan kajian teknis penanganan kerusakan greenbelt di sepanjang pantai perairan Dipasena," kata Widodo, Rabu 27 Juli 2022.

Yang tak kalah penting, kata Widodo, untuk menjaga area brekwater DAM 7, 8, dan 9. Para petambak akan mengembalikan fungsi hutan bakau sebagai penahan laju abrasi di bibir pantai dan area breakwater DAM 7, 8, dan 9.

"Sedikitnya kita membutuhkan bantuan 5.000 bibit mangrove untuk di tanam di area breakwater DAM 7, 8, dan 9 setelah program revitalisasi dan normalisasi selesai," terangnya. 

Menurutnya, selain dapat menahan arus yang mengikis bibir pantai. Pohon mangrove juga bisa menjadi tempat biota-biota laut bersembunyi.

BACA JUGA:Alhamdulillah, 122 Jamaah Haji Tulang Bawang Tiba

Selain itu, manfaat lain dari pohon mangrove yakni dapat menyerap karbon dioksida dan generator oksigen, sehingga sangat membantu keberlangsungan budidaya udang di Bumi Dipasena.

Sebelumnya diberitakan, para petambak di Bumi Dipasena melalui P3UW tengah melakukan normalisasi saluran pasok dan pintu air (DAM) secara mandiri.

Hal itu dilakukan akibat menurunnya hasil produksi budidaya udang.

Berdasarkan data yang dihimpun Radarlampung.co.id dari P3UW Lampung, produksi udang rata-rata per hari turun drastis. Dari 60 ton per hari di akhir tahun 2021, kini hanya menjadi 20 ton per hari saat ini.

BACA JUGA:Produksi Udang Turun Drastis, DPR RI Dukung Program Revitalisasi Mandiri

Turunnya hasil produksi udang sendiri diduga akibat fenomena udang mati perlahan. 

Fenomena tersebut berakibat pada panen dini. Bahkan, pada beberapa momen ada petambak yang gagal panen dan mengalami kerugian. (*)

Kategori :