Sidomuncul Gelar Seminar Pemanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat di Unila

Sabtu 27-05-2023,15:17 WIB
Reporter : Muhammad Tegar Mujahid
Editor : Ari Suryanto

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Sumplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Mohamad Kashuri mengatakan, masih banyak produk jamu di masyarakat yang sebenarnya tidak laik edar.

Hal tersebut berhubungan dengan proses produksi dan juga pengetahuan dari konsumen.

Menurutnya, produk jamu murni dari bahan alam dan tidak boleh sama sekali mengandung zat kimia.

"Produk jamu juga tidak boleh mengklaim yang khasiat instan. Jika ada klaim seperti ini, atau bisa secara instan menyembuhkan maka ada penggunaan zat kimia," kata dia.

BACA JUGA:Capai Miliran Rupiah, Inilah Tiga Mobil Lawas Terkeren yang Bikin Kolektor di Dunia Jatuh Cinta

Sementara itu, akademisi Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran(FK) Unila Syazili Mustofa mengungkapkan, tanaman obat ini sangat seksi dalam hal sebagai objek penelitian.

"Di Lampung atau Unila sendiri ada penelitian untuk menggali potensi tanaman mangrove yang sumbernya sangat berlimpah di sepanjang pantai," kata Syazii.

Dia menambahkan, tantangan yang ada sekarang adalah menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk.

"Tentunya perlu diterjemahkan hasil penelitian menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Syazii.

BACA JUGA:Aplikasi Helo Menghilang Dari Play Store, Bangkrut?

Narasumber lain dalam seminar tersebut yakni Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kemenkes RI Agusdini Banun Saptaningsih.

Lalu akademisi Universitas Diponegoro Noor Wijayahadi dengan materi "Uji Manfaat Tolak Angin", serta akademisi Universitas Sanata Dharma Ipang Djunarko dengan materi "Uji Toksisitas Subkronis Tolak Angin”. (*)

Kategori :