Peluang dan Ancaman Akuntansi Forensik di Era Disrupsi Artificial Intelligence

Minggu 02-07-2023,13:07 WIB
Editor : Yuda Pranata

Oleh:

Muhammad Ichsan Siregar, SE., M.S.Ak., CSRS., CSP., CSRA. (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya sekaligus Mahasiswa Doktor Ilmu Akuntansi Universitas Airlangga)

Made Dudy Satyawan, SE., M.Si., Ak., CA., CPA., CTT., BKP. (Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis  Universitas Negeri Surabaya sekaligus Mahasiswa Doktor Ilmu Akuntansi Universitas Airlangga)

 

AKHIR-akhir ini, kecerdasan buatan sedang naik daun di negara Indonesia. Para perusahaan IT dan programer di dunia berlomba dalam membuat aplikasi kecerdasan buatan. Dengan tujuan produk yang dibuat dapat di pasarkan di dunia.

Dikutip dari google.com, konsep kecerdasan buatan diperkenalkan oleh John McCarthy pada tahun 1956. Konsep kecerdasan buatan yang diperkenalkan oleh beliau berupa machine learning, deep learning, natural language processing, dan computer vision.

Alasan dibuatkannya, kecerdasan buatan dengan tujuan dapat membantu dalam rutinitas sehari-hari.   

Ada dampak positif maupun negatif bagi perkembangan maupun impelementasi yang diterapkan di dunia terkhususnya di negara Indonesia.

Pergesaran zaman dan perkembangan teknologi diharuskan kita bisa mengikuti perkembangan apalagi di era revolusi industri 4.0 dan di era society 5.0.

Perubahan ini mau tak mau harus bisa diimbangi apalagi perkembangan teknologi makin hari makin cepat.

Saat ini, kecerdasan buatan sudah bisa digunakan di dunia dan dapat dimanfaatkan oleh manusia dengan tujuan membantu manusia dalam hal kebutuhan pekerjaan, sekolah dan lain-lain. 

Dengan adanya pergeseran dari yang semula manual dan sekarang dituntut harus menggunakan teknologi. Maka, ada perubahan yang signifikan bagi tatanan kehidupan di dunia khususnya di negara Indonesia.

Tatanan yang berubah dan dapat dirasakan saat ini terkait pekerjaan yang berhubungan dengan bidang forensik. Forensik dapat diartikan sebagai pemeriksaan dengan melihat bukti-bukti yang mendukung dari hasil pemeriksaan.

Forensik juga bisa dihubungkan dalam hal akuntansi. Dengan hubungan akuntansi forensik tidak jauh berhubungan dengan keuangan dan aliran keuangan dilakukan secara sesuai atau menyimpang.

Adapun di era disrupsi, kecerdasan buatan mempunyai peluang bagi akuntansi forensik seperti memudahkan dalam mengelola data dan menganalisis data.

Kecerdasan buatan juga membantu dalam pendeteksian kecurangan dan mampu mengelola resiko yang lebih efektif. Terakhir kecerdasan buatan mampu menjaga dan melindungi data.

Kebalikan dari peluang, di era disrupsi juga terdapat ancaman kecerdasan buatan bagi akuntansi forensik tersebut seperti penggunaan kecerdasan buatan bisa dapat digunakan dalam hal kejahatan, data yang dipakai bisa saja bias, ancaman keamanan data dan ketergantungan, kepercayaan dan mengandalkan kecerdasan buatan.

Mengingat trade-off antara peluang dan ancaman dari penggunaan kecerdasan buatan dalam konteks profesi akuntansi forensik merupakan faktor kebijaksanaan oleh pengguna yaitu manusia itu sendiri, tetap menjadi penentu keberhasilan dalam pengambilan keputusan terbaik sesuai dengan tujuan pemanfaatannya.

Kategori :