"Sengaja kita usulkan pembiayaan lewat DAK karena ruas itu penting atau perioritas. Kita juga sudang ngomong dengan masyarakat sana," ungkapnya.
"Kalau tiba-tiba dananya DAK tidak ada, tentu masyarakat akan kecewa. Kita coba ambil yang lain kita tukar, kita usahakan kesana," sambungnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan usaha yang akan dilakukan dengan tetap melakukan penanganan, namun anggarannya tidak sebesar perencanaan awal.
"Kita usahakan bagaimana kita tetap bisa membiayai jalan tersebut. Misal yang Rp 22 miliar tetap dibiayai tapi tidak sebesar itu," terangnya.(*)