Diketahui, Program Desa BRILiaN sendiri merupakan program inkubasi yang diinisiasi oleh BRI untuk mendukung perkembangan desa melalui empat fokus utama: penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan (sustainability).
Hingga akhir tahun 2024, tercatat sebanyak 4.327 desa di berbagai wilayah Indonesia telah dibina melalui program Desa BRILiaN. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 3.178 desa.
Dalam implementasinya, Program Desa BRILiaN 2025 menitikberatkan pada empat aspek penting sebagai fondasi pengembangan desa. Pertama, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berperan sebagai penggerak utama ekonomi desa.
Kedua, Digitalisasi, yaitu penerapan teknologi digital dalam berbagai kegiatan dan produk desa untuk meningkatkan efisiensi serta memperluas jangkauan pasar.
Ketiga, Keberlanjutan (Sustainability), yang menekankan pembangunan desa yang kuat dan berorientasi pada masa depan.
BACA JUGA:Perkuat Kolaborasi dan Sinergitas Antar Notaris dengan Stakeholder
Keempat, Inovasi, yaitu penerapan solusi-solusi baru untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan desa agar mampu berkembang secara adaptif.
Melalui Program Desa BRILiaN 2025, BRI tidak hanya memberikan pendampingan dan pembinaan, tetapi juga memperkuat komitmennya dalam mewujudkan desa-desa yang inovatif, adaptif, mandiri, dan berkelanjutan.
Dijelaskan CEO Regional BRI Bandar Lampung Bernadi Kurniawan didampingi Humas Deni Hermawan, sebagai bagian dari implementasi Asta Cita, BRI secara berkelanjutan mendorong penguatan ekonomi di wilayah pedesaan.
Desa yang berdaya akan menjadi fondasi penting bagi terciptanya perekonomian nasional yang kokoh dan inklusif. (*)