BACA JUGA:Cuma Modal Rp 10 Ribu, Thrifting di Bandar Lampung Bisa Dapat Baju Branded
BACA JUGA:3 Tips Memulai Usaha Thrifting, Hanya Perlu Modal Kecil dan Omset Bisa Jutaan
Pertarungan antar cupang di alam liar umumnya berlangsung singkat, sekitar 15 menit.
Namun masyarakat Thailand percaya bahwa ikan ini mampu bertarung selama berjam-jam jika dipelihara dalam lingkungan buatan.
Pemahaman ini menjadi asal tren adu cupang yang berlangsung hingga kini.
Habitat Asli dan Persebaran Ikan Cupang Liar
BACA JUGA:Update Mutasi Polri Polda Lampung 2025, Daftar Terbaru Kapolsek Jajaran Polresta Bandar Lampung
Ikan hias ini sudah dikenal selama ratusan tahun dan habitat aslinya tersebar luas di wilayah lembah Mekong yang mencakup Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia, Vietnam, hingga sebagian wilayah Tiongkok.
Cupang liar umumnya ditemukan di perairan dangkal seperti sawah, kolam kecil atau aliran air hangat dengan suhu di atas 80 derajat Fahrenheit.
Menurut Its A Fish Thing, ikan ini termasuk dalam kelompok khusus bernama ikan Labirin, yang memungkinkan mereka bertahan hidup di air minim oksigen dengan cara menghirup udara langsung dari permukaan.
Bahkan jauh sebelum era 1800-an, anak-anak di negara Malaysia sudah mengumpulkan puluhan ikan hias air tawar dari sawah untuk diadu.
BACA JUGA:Sekali Cair Sikat Link DANA Kaget Sore Ini, Ada Saldo Eksklusif Gratis Rp 300 Ribu
BACA JUGA:Langsung Transfer Saldo DANA Kaget Rp 400.000, Cairkan Link Siang Hari Ini
Ukuran ikan cupang umumnya berkisar antara 6-8 Cm dan bisa bertahan hidup selama dua tahun.
Di alam liar, sirip cupang jantan cenderung pendek dan berwarna kusam.
Berbeda jauh dari jenis hasil budidaya yang biasa dijual di toko yang memiliki warna mencolok dari merah menyala hingga keemasan.