Sejarah dan Asal-Usul Ikan Cupang di Asia Tenggara

Kamis 01-05-2025,20:02 WIB
Reporter : Adelia Trinita
Editor : Alam Islam

Menurut Animal Diversity Web, University of Michigan, tampilan ikan Cupang saat ini merupakan hasil dari pengembangbiakan selektif.

BACA JUGA:BLT Subsidi Sembako Superindo, Ada 5 Voucher Belanja Bassura City

BACA JUGA:Update Program BLT Superindo 1 Mei 2025, Ada Banjir Super Promo Subsidi Sembako

Perkembangbiakan Ikan Cupang Secara Alami 

Proses kawin ikan Cupang diawali oleh jantan yang mulai membuat sarang gelembung di permukaan air. 

Ia menghirup udara lalu meniup gelembung berlendir secara berulang selama beberapa jam sampai terbentuk lapisan sarang yang cukup padat. 

Setelah itu, jantan akan mengejar betina untuk diajak kawin.

BACA JUGA:Aksi Damai Peringatan Hari Buruh di Lampung Berlangsung Tertib

BACA JUGA:Kapolda Lampung Apresiasi Peringatan Hari Buruh Berjalan Kondusif

Pendekatan awal sang jantan memamerkan sirip dan membuka insangnya untuk menarik perhatian betina. 

Namun jika betina tidak merespons, perilaku jantan bisa berubah agresif, bahkan sampai menggigit ekor dan sirip betina. 

Saat betina mulai menunjukkan respons, mereka akan saling mengitari dan memperlihatkan sirip dalam tarian kawin. 

Setelah itu, jantan melilitkan tubuhnya ke betina sambil membalikkan tubuhnya dan membuahi telur.

BACA JUGA:Promo Minuman Segar Spesial Long Weekend dari Alfamart, Hanya Berlaku 4 Hari! Cek Katalognya

BACA JUGA:Promo Alfamart Spesial Long Weekend di Awal Mei 2025, Ada Ice Cream Hingga Camilan Gurih, Ini Produknya

Betina lalu melepaskan telur yang sudah dibuahi secara bertahap dalam beberapa kali siklus pelepasan.

Jantan akan mengambil telur dengan mulutnya, melapisinya dengan lendir, lalu meletakkannya satu per satu di dalam sarang gelembung. 

Kategori :