Buku Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung menyentuh sisi manusiawi kemiskinan dan menjadi bahan strategis penyusunan program pengentasan kemiskinan.
Selain peluncuran buku, sosialisasi SE2026 menjadi bagian penting dalam agenda HSN 2025 karena Pemerintah Provinsi Lampung menilai sensus ini akan memberi gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah.
“Melalui SE2026, kita akan memperoleh data penting tentang dunia usaha, dari skala besar hingga mikro dan kecil, yang akan mendukung kebijakan UMKM, investasi, penciptaan lapangan kerja, dan daya saing daerah,” kata Marindo.
Pemerintah mengajak akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat turut menyukseskan sensus tersebut.
Gubernur juga menekankan bahwa keberadaan buku dan pelaksanaan SE2026 merupakan bagian dari peningkatan literasi data publik.
“Data bukan hanya milik ahli statistik, tetapi milik semua orang, dan dengan literasi yang baik masyarakat bisa berperan aktif serta kritis dalam pembangunan,” ujarnya.
Acara ini diharapkan memperkuat kolaborasi dalam penyediaan data statistik yang berdampak bagi pembangunan Lampung yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.