Menurutnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan bersifat organik dan telah dimanfaatkan secara terbatas oleh pengelola dapur.
“Ada yang bekerja sama dengan bank sampah, ada juga yang diserap untuk budidaya maggot atau pakan ternak. Mayoritas sampahnya organik,” ujarnya.
BACA JUGA:Diduga Akibat Pengelasan, Rumah Di Bumi Waras Bandar Lampung Terbakar, Satu Warga Tewas Tersetrum
Ia menambahkan, sebanyak 500 kilogram sampah MBG telah dikumpulkan untuk uji coba dengan penambahan mikroorganisme.
Proses tersebut akan dipantau selama tiga bulan di area Agropark sebelum hasilnya dievaluasi lebih lanjut.
BACA JUGA:Dapur MBG Sukarame Diduga Buang Limbah ke Lingkungan, Warga Minta Pemerintah Awasi Secara Tegas
Langkah ini diharapkan menjadi model awal pengelolaan sampah MBG yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi melalui pengolahan limbah organik menjadi produk pupuk cair.