"Ini membutuhkan dukungan BPH Migas. Kita juga akan memperkuat pengawasan di lapangan bersama aparat, SPBU, dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Kepala Dinas ESDM Lampung, Febrizal Levi Sukmana, menegaskan bahwa kemacetan suplai terjadi karena ketidakseimbangan kuota antar-SPBU.
Ada SPBU yang kuotanya sudah habis sehingga tidak mendapat suplai lanjutan, sementara yang lain masih memiliki kuota.
“Ini salah satu penyebab antrian. Kami minta kepada Pertamina agar kuota tidak kaku. Meskipun kuota SPBU habis, jika terjadi penumpukan harus tetap diberikan suplai. Fleksibilitas kuota ini penting untuk perbaikan tata kelola distribusi ke depan,” jelasnya.
BACA JUGA:Rektor Teknokrat Tanam Mangrove di Bali Bersama ICMI, Dorong Mitigasi Bencana dan Adaptasi Iklim
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Lampung, Andi Reza, memastikan sisa kuota BBM tahun 2025 masih mencukupi.
“Sisa kuota 10 persen pada prinsipnya cukup, karena rata-rata penggunaan hanya 8–9 persen. Kami pastikan semua tersalurkan terutama untuk kebutuhan Satgas Nataru,” ujarnya.
Pertamina juga telah meratakan pola distribusi, tidak hanya fokus ke luar kota Bandar Lampung tetapi juga ke daerah dalam kota yang sebelumnya mengalami keterbatasan suplai. Hal ini diharapkan dapat mengurai antrian.
Terkait kelangkaan DEX, Andi menyebut stok sebenarnya tersedia namun terjadi keterlambatan suplai akibat cuaca.
BACA JUGA:Prediksi Skor Inter Milan vs Liverpool: The Reds Siap Curi Poin di Kandang Inter
“InsyaAllah tanggal 11 sudah dibuka kembali. Jadi kebutuhan hingga tahun baru aman," tuturnya.
Pertamina juga memastikan akan menindak tegas SPBU yang melakukan pelanggaran.
"SPBU di Lampung Timur yang kedapatan melakukan pengecoran sudah diberikan pembinaan dan penghentian penyaluran biosolar serta pertalite selama 30 hari. Ini berlaku untuk semua SPBU yang melakukan kecurangan,” tegasnya.
Mulyadi menambahkan, Pemprov akan memperketat pengawasan distribusi BBM dan LPG.
BACA JUGA:BMKG Warning! Lampung Diguyur Hujan Panjang Hari Ini
“Kita akan tambah pengawasan dan bekerja sama dengan semua stakeholder agar distribusi tepat sasaran. Tata kelola distribusi juga akan terus diperbaiki,” ujarnya.