Teks Khutbah Jumat: Menahan Amarah dan Memaafkan Kunci Damai di Rumah dan Masyarakat

Jumat 09-01-2026,06:53 WIB
Reporter : M.Nabil Mamnun*
Editor : Dian Saptari

Lama kelamaan, hubungan menjadi dingin, pertemuan terasa canggung, salam menjadi formal, bahkan doa untuk saudara mengecil. 

Padahal Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga ibadah sosial. 

BACA JUGA:Kisah Inspiratif Kakek Kasran, 80 Tahun, Masih Setia Meraut Bambu dan Harapan

Menjaga silaturahim adalah tanda takwa, sedangkan memutus hubungan adalah jalan yang bisa menghilangkan keberkahan.

Hamba yang beruntung adalah yang menjaga iman sekaligus menjaga persaudaraan. 

Allah Ta’ala menegaskan bahwa orang beriman itu bersaudara, maka tugas kita adalah memperbaiki jika ada yang retak, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 10:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

BACA JUGA:Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara, Ini Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI

Artinya, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ayat ini mengajarkan bahwa persaudaraan bukan hanya pengakuan, melainkan kewajiban yang harus dirawat. Jika ada renggang, jangan dinormalisasi. 

Jika ada salah paham, jangan dipelihara. Jika ada keretakan, jangan diwariskan. 

BACA JUGA:Kisah Ayu: Mengubah Hidup Ibu-Ibu Nasabah BTPN Syariah Lewat Dedikasi dan BDKS

Sebab kebanyakan luka sosial paling dalam justru datang dari orang-orang yang paling dekat. Karena itu Islam mendidik akhlak yang menyejukkan. 

Sifat menahan amarah dan memaafkan adalah ciri orang bertakwa, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 134:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya, “(Yaitu) orang-orang yang berinfak di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali ‘Imran ayat 134)

BACA JUGA:Tim Dosen FK Unila Edukasi Penyakit Ektoparasit & Praktik PHBS di Ponpes Tahfizul Quran Al Quds Lampung

Kategori :