Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Allah juga membimbing agar keburukan tidak dibalas dengan keburukan yang sama.
Sebab cara terbaik sering kali menjadi jalan damai dan menutup pintu permusuhan, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Fussilat ayat 34:
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ اِدْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌBACA JUGA:Lepas Umroh, Ini Deretan Oleh-oleh Anti-Mainstream dari Arab Saudi
Artinya, “Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seakan-akan menjadi teman yang sangat setia.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan.
Memaafkan adalah memilih jalan yang Allah cintai dan menjaga agar luka tidak berubah menjadi dosa.
BACA JUGA:LDII Mesuji Silaturahmi dengan Bupati, Siap Bersinergi Bangun Daerah
Allah mengingatkan bahwa memaafkan justru mengundang ampunan Allah, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 22:
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌArtinya, “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi kabar gembira bahwa silaturahim membawa keberkahan rezeki dan umur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُArtinya, “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan jejak umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahim.” (HR Bukhari dan Muslim)
Nabi memperingatkan bahaya memutus silaturahim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: