Hadirkan Asesor UI Dan ITB, Unila Perkuat Mutu Pendidikan Doktor MIPA

Senin 26-01-2026,17:33 WIB
Reporter : Anggi Rhaisa
Editor : Anggi Rhaisa

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Lampung (Unila) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di level tertinggi.

Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (Lamsama) terhadap Program Studi Doktor MIPA FMIPA Unila, Senin, 26 Januari 2026.

​Kegiatan yang berlangsung di ruang sidang lantai dua Gedung Dekanat FMIPA Unila ini menjadi langkah krusial bagi kampus hijau tersebut untuk memastikan mutu pendidikan jenjang doktoral mereka diakui secara nasional maupun internasional.

​Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., saat membuka acara menegaskan bahwa akreditasi ini bukan sekadar rutinitas administratif.

BACA JUGA:Perkuat Sinergi Tridarma, Unila dan Untidar Resmi Teken MoU Strategis

​"Unila berkomitmen menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan. Khusus jenjang doktoral, kita ingin kurikulum dan outputnya benar-benar selaras dengan standar global," ujar Prof. Suripto dalam sambutannya.

​Hadirkan Asesor dari UI dan ITB

​Proses verifikasi lapangan ini dilakukan oleh dua pakar mumpuni di bidangnya sebagai perwakilan dari Lamsama, yakni Prof. Dr. Titin Siswantining, D.E.A. dari Universitas Indonesia (UI) dan Prof. Hilda Assiyatun, M.Si., Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

​Selama proses asesmen, keduanya melakukan bedah mendalam terhadap kesesuaian dokumen dengan kondisi riil di lapangan.

Fokus penilaian meliputi, Klarifikasi dokumen tridarma perguruan tinggi, ​Diskusi dengan pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan, ​Peninjauan sarana dan prasarana pendukung akademik dan ​Soroti Integrasi Riset dan Publikasi Internasional.

BACA JUGA:Unila–Polda Lampung Perkuat Sinergi, Dukung Ketahanan Pangan

​Dalam pemaparannya, Prof. Titin Siswantining menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif. Ia menilai program doktor harus mampu mengintegrasikan riset ke dalam proses pembelajaran agar lulusan memiliki kompetensi unggul.

​"Kurikulum harus mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat saat ini," tegasnya.

​Senada, Prof. Hilda Assiyatun dari ITB menyoroti aspek tata kelola dan produktivitas penelitian. Menurutnya, lingkungan akademik yang transparan akan sangat mendukung terciptanya karya inovatif.

BACA JUGA:Mahasiswa Unila Kembangkan SIPANDU Berbasis Blockchain Dan AI, Sistem Pintar Deteksi Penerima Bantuan Sosial

​"Penting bagi kita untuk terus memperkuat kapasitas publikasi ilmiah internasional dan kolaborasi riset. Dampak dari karya ilmiah tersebut harus bisa dirasakan secara luas," ungkap Prof. Hilda.

​Harapan Akreditasi Optimal

Kategori :