Proyek Sampah Jadi Energi Listrik Menguat, DPRD Bandar Lampung Beber Perkiraan Volume yang Dibutuhkan per Hari

Sabtu 07-02-2026,19:37 WIB
Reporter : Lussy Madani
Editor : Ari Suryanto

RADARLAMPUNG.CO.ID - Wakil Ketua III DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi, menyatakan dukungannya terhadap rencana proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Program tersebut dinilai sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung.

Menurut Wiyadi, persoalan sampah di TPA Bakung telah menjadi perhatian DPRD Kota Bandar Lampung sejak beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut, berdasarkan informasi terakhir, Pemerintah Provinsi Lampung memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:Sampah Tak Lagi Dibuang ke Bakung, Pengolahan Menjadi Energi Listrik Masuk Tahap Persiapan

Bantuan tersebut ditujukan untuk merealisasikan program pengolahan sampah menjadi energi listrik.

“Masalah sampah di TPA Bakung ini sudah bertahun-tahun belum terselesaikan secara maksimal,” ujar Wiyadi.

Menurutnya, program pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat menjadi solusi yang baik bagi daerah.

Ia menjelaskan, proyek tersebut membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar, sekitar 800 hingga 1.000 ton per hari.

BACA JUGA:Dorong Pemanfaatan Sampah Jadi Energi Listrik, Bakung Disiapkan Jadi Wisata Edukasi

Selain itu, proyek juga memerlukan lahan yang cukup luas untuk menunjang fasilitas pengolahan.

Namun demikian, luas lahan TPA Bakung dinilai kurang mencukupi apabila fasilitas pengolahan ditempatkan di lokasi yang sama.

“Kalau melihat kebutuhan kapasitasnya, TPA Bakung saya rasa kurang cukup luas,” jelasnya.

Ia menambahkan, informasi yang diterimanya menyebutkan lokasi pengolahan sampah tidak berada di TPA Bakung.

BACA JUGA:Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan: Lewat Proyek Sampah Jadi Energi Listrik

Kategori :