Pertuni Ajak Mayarakat Waspada Kendaraan Listrik Yang Minim Suara

Senin 16-02-2026,15:30 WIB
Reporter : Wahyu Agil Permana*
Editor : Anggi Rhaisa

Melalui pernyataan tersebut, Setiawan mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya berkendara yang lebih empatik dan inklusif.

Ia menyerukan agar pengendara mengurangi kecepatan di area pejalan kaki, memberikan tanda suara ringan saat melintas dekat pejalan kaki, serta tidak menggunakan trotoar sebagai jalur kendaraan.

“Kami juga mengajak pengendara untuk memberi ruang dan memperlambat laju kendaraan ketika melihat tunanetra yang akan menyeberang dengan atribut tanda ketunanetraannya,” seru Setiawan.

Dalam pesannya, Setiawan juga turut mengingatkan nilai-nilai moral dan keagamaan sebagai landasan bersama.

BACA JUGA:Indomobil eMotor Sprinto Resmi Debut di GJAW 2025, Siap Ramaikan Persaingan Motor Listrik Tanah Air

“Sebagaimana ajaran Islam mengajarkan ‘la dharara wa la dhirar’, yaitu tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Setiawan menambahkan, setiap bentuk perhatian dan kehati-hatian saat berkendara sejatinya merupakan wujud kepedulian sosial.

“Rasulullah mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Maka setiap kehati-hatian di jalan adalah bagian dari ibadah,” katanya.

Melalui ajakan ini, Setiawan berharap masyarakat tidak sekadar memaknai kemajuan teknologi sebagai efisiensi dan kecepatan, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kepedulian bersama.

BACA JUGA:Scorpio X1, Motor Listrik Premium Kolaborasi BYD yang Siap Mengguncang Pasar Global

“Mari kita wujudkan Indonesia yang tertib, ramah, dan inklusif. Karena kepedulian adalah cahaya, dan empati adalah jalan menuju keberkahan,” pungkasnya.

Kategori :