Inovasi BPKAD Pringsewu ini diklaim sebagai yang pertama di Provinsi Lampung. Selain mendongkrak PAD, program ini memastikan aset daerah terdata dengan lebih rapi, bersih, dan terawat.
Terkait target pendapatan, Olpin menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan pemetaan lebih lanjut, namun optimis angka yang diraih bisa mencapai nilai yang signifikan.
"Estimasi saya angkanya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana dengan baik sebagai sumber pembiayaan pembangunan di Pringsewu," pungkasnya.