RADARLAMPUNG.CO.ID – Satuan Tugas Makan Bergizi (MBG) Kota Metro angkat bicara terkait polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan saat bulan puasa di SD Negeri 2 Metro Timur yang hanya berisikan satu apel, dan tiga butir telur puyuh.
Satgas MBG menyebut ketidaksesuaian menu yang diterima sejumlah penerima manfaat terjadi karena adanya human error dalam proses distribusi.
Ketua Satgas MBG Kota Metro, Wahyuningsih, menyatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Metro menyusul viralnya pemberitaan mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dasar tersebut.
Ia menjelaskan, hasil penelusuran awal menunjukkan adanya human error dalam proses penyiapan dan pendistribusian menu, sehingga terjadi ketidaksesuaian dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kebetulan korwil MBG melakukan koordinasi langsung ke SPPI. Kasus ini terjadi di SD Negeri 2 Metro Timur, SPPG-nya Iringmulyo I. Terjadi adanya human error, yang seharusnya dimsum kering ternyata gagal," ujarnya.
Ia menjelaskan, dapur MBG Iringmulyo I telah membuat berita acara kronologis kejadian dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas kekeliruan tersebut.
Wahyuningsih juga menegaskan, program MBG merupakan bagian dari agenda strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sehingga seluruh pelaksana di lapangan wajib mematuhi petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang.
BACA JUGA:Bulan Ramadhan Membawa Berkah, Permintaan Kolang Kaling Kota Metro Milik Adi Hartadi Meningkat
“Kami selalu koordinasi, kita minta kepala SPPG dan SPPI patuh pada regulasi. Ini jadi pelajaran agar tidak terulang. Ikuti juknis, tidak perlu lari dari juknis, tidak perlu neko-neko," tandasnya.
Ia mengatakan, pengawasan ketat menjadi hal yang tidak bisa ditawar, terutama untuk menjamin keamanan pangan.
"Yang paling kami khawatirkan adalah potensi keracunan makanan. Target Wali Kota Metro jelas, zero accident atau nol kasus keracunan. Karena itu, kehati-hatian dalam setiap proses harus menjadi prioritas " ungkapnya.
Bahkan, Satgas MBG bersama korwil SPPI yang merupakan perpanjangan tangan Badan Gizi Nasional di daerah, cukup rutin melakukan monitoring ke dapur-dapur SPPG.