“Tanggung jawab layak atau tidaknya makanan itu kan ada pada SPPI dan dapur yang dibantu ahli gizi. Kolaborasi ini tentu harus bagus. Setiap hari kami cek menu apa yang dibagikan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Metro, Alvi, turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaksesuaian menu MBG yang terjadi saat puasa.
Ia menyatakan pihaknya menerima seluruh masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program ke depan.
Alvi menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan serta memastikan seluruh tim di lapangan menjalankan petunjuk teknis dan standar operasional prosedur secara disiplin.
BACA JUGA:Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Nama Dewan Pendidikan Lampung Masa Bakti 2025–2030
“Saya mohon maaf kepada masyarakat. Di SPPG Iringmulyo I Metro Timur terdapat kendala seehingga distribusi tidak sesuai rencana. Seharusnya menu hari itu ada dimsum kering, apel, dan tiga butir telur puyuh. Namun dimsum gagal dan roti pengganti juga terkendala,” ujarnya.
Alvi menjelaskan, menu yang belum terkirim akan dibagikan pada hari berikutnya. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek prasarana maupun perencanaan menu.
Selain itu, menu MBG selama bulan Ramadhan dirancang berbeda dari hari normal dan dikemas khusus agar tetap tahan lama hingga waktu berbuka.
Menurutnya, menu yang belum terkirim akan dibagikan pada hari berikutnya.
Ia menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan, baik dari sisi prasarana maupun perencanaan menu.
Ia juga menjelaskan bahwa menu MBG selama bulan Ramadhan berbeda dengan menu hari normal. Menu dikemas agar tahan lama hingga waktu berbuka.
“Di lapangan memang banyak kendala. Tapi kami terus memperbaiki kesalahan yang terjadi. Menu bulan puasa ini memang tidak sama dengan menu siap santap biasa," jelasnya.
Hal ini dikarenakan dikonsumsi saat berbuka dan makanan harus bisa bertahan seharian.