Unila Perkuat Mental dan Etos Kerja Tenaga Kependidikan di Bulan Ramadan

Kamis 26-02-2026,10:49 WIB
Reporter : Anggi Rhaisa
Editor : Ari Suryanto

RADARLAMPUNG.CO.ID - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan pembinaan mental dan spiritual bagi tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Rektorat.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pelantikan Unila, Rabu, 25 Februari 2026 ini bertujuan untuk menyelaraskan kualitas spiritual dengan etos kerja dan integritas aparatur perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan sarana refleksi diri untuk menguatkan tanggung jawab moral dalam bekerja.

"Ramadan ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan etos kerja. Penting bagi kita untuk mensyukuri amanah yang diberikan dengan niat yang lurus, tanggung jawab, dan integritas tinggi demi memberikan kontribusi terbaik bagi institusi,” ujar Dr. Habibullah.

BACA JUGA:Universitas Lampung Sosialisasikan Program Magister RPL di Kabupaten Tulang Bawang

Dr. Habibullah menambahkan, pembinaan ini menjadi pengingat agar seluruh pegawai bisa bekerja lebih sungguh-sungguh demi kemajuan Unila di masa depan.

"Lalu ubah mindset. Dari pekerjaan menjadi panggilan hidup," jelas Dr.Habibullah.

Dalam sesi utama, Unila menghadirkan Coach Putri Romadhona, S.Si., M.M., dari Akira Institut sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta untuk mengubah cara pandang dalam bekerja.

Menurut Putri, makna bekerja seharusnya berkembang melalui tiga tahapan "Pertama adalah job, yakni bekerja hanya sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi," jelas Putri.

BACA JUGA:Ribuan Mahasiswa Universitas Lampung Tergabung Dari Berbagai Fakultas Tampil Percaya Diri Dalam Parade Unila

Lalu, career yang artinya bekerja sebagai ajang mengejar jabatan profesional.

Serta calling yakni bekerja sebagai panggilan hidup untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Lalu, datanglah bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan tugas, melainkan datanglah bekerja untuk meninggalkan jejak kebaikan.

Tak hanya soal spiritualitas, Coach Putri juga membagikan teknik praktis menjaga kesehatan mental di kantor melalui micro break. 

BACA JUGA:Unila Cetak Doktor Lewat Terobosan Model Pembelajaran Sejarah Transformatif

Kategori :