RADARLAMPUNG.CO.ID - Momentum pasca Idul Fitri tidak hanya mendorong perputaran ekonomi di sektor makanan dan transportasi, tetapi juga memicu lonjakan konsumsi di sektor kesehatan.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya aktivitas transaksi di sejumlah apotek di Bandar Lampung usai Lebaran, 26 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan langsung, Apotek K-24 di sejumlah cabang area Tanjungkarang, Apotek Enggal, Apotek Bilmaar, dan Kimia Farma mengalami lonjakan pengunjung sejak pagi hari.
Warga datang silih berganti untuk membeli obat-obatan ringan hingga suplemen, menciptakan antrean yang terus terisi hingga menjelang siang.
Bahkan, sejumlah obat seperti obat sesak napas dan inhaler asma mengalami kelangkaan di sejumlah apotek tersebut.
Erna, salah satu petugas apotek, menyebutkan peningkatan ini sudah terasa sejak sebelum momen Lebaran dan terus berlanjut.
“Setelah Lebaran ini memang meningkat tajam. Dari pagi sudah ramai terus sampai malam selalu ramai," ujarnya.
"Kalau dibandingkan sebelum Lebaran, sekarang bisa dua kali lipat lebih banyak pengunjung,” sambungnya.
Menurutnya, obat-obatan ringan menjadi yang paling banyak dicari masyarakat.
Hal ini diduga berkaitan dengan aktivitas mudik dan pola makan yang berubah selama libur Lebaran.
“Yang paling banyak dicari itu obat flu, batuk, dan vitamin," kata dia.
"Banyak juga yang mencari obat maag, mungkin karena habis makan tidak teratur atau terlalu banyak makanan bersantan,” tambah Erna.
BACA JUGA:Usai Lebaran Harga Telur Naik Rp 32 Ribu per Kg, DPRD Lampung Ingatkan Dampaknya Bagi Masyarakat